Isra Mi'raj bukan sekadar peristiwa sejarah yang dihafal dari lembaran kitab sirah, melainkan perjalanan agung yang terus hidup dalam kesadaran umat Islam lintas generasi. Ini merupakan kisah tentang iman yang diuji, ketaatan yang dimuliakan, dan shalat yang ditetapkan sebagai tiang kehidupan. Kesadaran inilah yang coba dihidupkan kembali dalam peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad yang diselenggarakan di Desa Sidorejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, pada Ahad, 18 Januari 2026, bertepatan dengan 29 Rajab 1447 Hijriah.
Kegiatan ini diprakarsai oleh Kelompok KKM 12 Bhavanaloka UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang berkolaborasi dengan Kelompok KKM 51 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dengan melibatkan masyarakat, tokoh agama, serta perangkat desa. Kolaborasi ini tidak hanya menjadi wujud pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, tetapi juga menjadi ikhtiar bersama dalam mengembangkan tradisi keislaman yang telah mengakar kuat di tengah kehidupan desa.
Pagi yang Penuh Harap: Menanam Nilai Sejak Dini
Sejak pagi hari, suasana Desa Sidorejo telah terasa berbeda. Anak-anak, orang tua, dan para undangan mulai berdatangan dengan wajah penuh antusias. Rangkaian acara pagi dibuka secara resmi dengan penuh khidmat, menandai dimulainya peringatan Isra Mi'raj sebagai momentum refleksi spiritual dan pendidikan keagamaan.
Foto Dokumentasi Pendaftaran Lomba
Sambutan-sambutan yang disampaikan menjadi pengantar makna, mengajak hadirin untuk tidak memandang Isra Mi'raj sebagai cerita yang jauh dari realitas, melainkan sebagai sumber nilai yang relevan bagi kehidupan sehari-hari. Nilai ketaatan, kedisiplinan shalat, serta kesadaran akan hubungan vertikal dan horizontal manusia menjadi pesan utama yang ditekankan.
Suasana religius semakin menguat saat ayat suci Al-Qur'an dilantunkan. Bacaan Al-Qur'an tidak hanya membuka acara secara simbolik, tetapi juga menegaskan bahwa setiap kegiatan keislaman harus berpijak pada wahyu sebagai sumber utama nilai dan pedoman hidup.
Foto Dokumentasi Pembukaan dan Sambutan-sambutan
Menariknya, kegiatan pagi tidak berhenti pada aspek ritual semata. Penampilan Tari Gunung Jati turut dihadirkan sebagai bentuk ekspresi budaya yang selaras dengan nilai religius. Tarian ini menjadi simbol bahwa Islam tidak meniadakan budaya lokal, melainkan memuliakannya selama tetap berada dalam koridor adab dan nilai kebaikan.
Foto Dokumentasi Penampilan Tari Gunung Jati
Setelah itu, peserta lomba mendapatkan briefing lomba sebagai bagian dari edukasi dan pembinaan. Agenda berlanjut dengan pelaksanaan lomba yang ditujukan bagi anak-anak, yakni lomba mewarnai, Adzan dan hafalan surat-surat pendek Al-Qur'an. Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak mencintai Al-Qur'an dan Isra Mi'raj dengan cara yang menyenangkan, kreatif, dan sesuai dengan dunia mereka. Hafalan bukan hanya soal ingatan, tetapi tentang menanamkan ayat-ayat Allah di hati sejak dini.
Foto Dokumentasi Kegiatan Lomba Mewarnai
Foto Dokumentasi Kegiatan Lomba Adzan
Foto Dokumentasi Lomba Hafalan Surat-surat Pendek
Malam Puncak Spiritualitas: Refleksi dan Doa Bersama
Ketika malam tiba, rangkaian acara berlanjut dengan suasana yang lebih khusyuk dan reflektif. Agenda malam diawali dengan pengumuman pemenang lomba serta pembagian hadiah sebagai bentuk apresiasi atas usaha, keberanian, dan semangat belajar para peserta. Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi agar anak-anak terus tumbuh dalam kecintaan terhadap ilmu dan Al-Qur'an.
Foto Dokumentasi Pengumuman dan Pembagian Hadiah Kepada Peserta Lomba
Nuansa spiritual semakin terasa dengan penampilan hadrah, yang menghadirkan lantunan shalawat dan pujian kepada Rasulullah . Irama hadrah tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi sarana dzikir kolektif yang menyatukan hati jamaah dalam kecintaan kepada Nabi Muhammad .
Foto Dokumentasi Penampilan Hadroh
Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala Desa Sidorejo, yang menegaskan pentingnya menjaga tradisi keagamaan sebagai pondasi moral dan sosial masyarakat desa. Dalam sambutannya, ditekankan bahwa kegiatan keagamaan seperti Isra Mi'raj bukan sekadar agenda tahunan, melainkan sarana membangun karakter masyarakat yang beriman, berakhlak, dan beradab.
Foto Dokumentasi Sambutan Bapak Kepada Desa Sidorejo
Puncak acara diisi dengan ceramah agama oleh Kyai Haji Muhammad Yakub Ridwan. Dalam tausiyahnya, beliau menguraikan makna Isra Mi'raj sebagai perjalanan spiritual yang sarat hikmah. Shalat ditegaskan sebagai hadiah langsung dari Allah kepada Rasulullah dan umatnya dimana ibadah yang tidak boleh dipandang ringan, karena di sanalah letak kualitas iman seorang Muslim. Ceramah disampaikan dengan bahasa yang menyejukkan, humoris, dan menyentuh realitas kehidupan masyarakat.
Rangkaian acara ditutup dengan doa penutup yang juga dipimpin oleh Kyai Haji Muhammad Yakub Ridwan. Dalam keheningan doa, seluruh hadirin menundukkan hati, memohon keberkahan, keselamatan, serta keteguhan iman bagi diri, keluarga, dan Desa Sidorejo secara keseluruhan.
Foto Dokumentasi Ceramah Sekaligus Doa Penutupan Rangkaian Acara
Merawat Tradisi, Menatap Masa Depan
Peringatan Isra Mi'raj di Desa Sidorejo ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai keislaman dapat terus hidup melalui kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat. Dengan menghargai tradisi masa lalu, namun tetap menghadirkan pendekatan edukatif dan kontekstual, kegiatan ini diharapkan mampu menanamkan nilai iman yang tidak hanya dirayakan, tetapi juga diamalkan.
Lebih dari sekadar acara, Isra Mi'raj ini menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju Allah selalu dimulai dari kesadaran diri, ketaatan dalam shalat, serta komitmen menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Sebuah perjalanan yang mungkin tidak setinggi Sidratul Muntaha, namun bermakna dalam setiap langkah kehidupan.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana. Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI
HALAMAN :
1
2
LIHAT SEMUA
Lihat Edu Selengkapnya
KAMU PASTI SUKA!
Menjaga Batas Dana Publik Desa
Galeri Seni di Stasiun Kayu Yufuin
Mengekstrateritorialkan Tanggung Jawab: Kerangka Liability Domestik Negara Asal bagi Perusahaan Multinasional Beroperasi di Wilayah Pelanggaran Hukum
KONTEN SPONSOR
Mata Anda akan Melihat 100% tanpa Operasi! Catat Resepnya
Siapa yang Menderita Diabetes Baca Segera sebelum Dihapus
Sakit Lutut & Sendi akan Hilang jika Anda Lakukan Ini Tiap Pagi
Jika Sendi, Lutut, dan Paha Anda Terasa Sakit, Baca Ini!
BERI NILAI
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
AKTUAL
BERMANFAAT
INSPIRATIF
MENARIK
MENGHIBUR
UNIK
Belum ada penilaian.
Jadilah yang pertama untuk
memberikan penilaian!
BERI KOMENTAR
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
KIRIM
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
Tag:
kkm
islam
isra miraj
humaniora
pendidikan
RESPONS : 0
POPULERREKOMENDASI
1
Mari Mencoba Tampilan Baru Kompasiana!
Kompasiana
Dibaca 467
2
Perubahan Tarawih 23 Menjadi 13 Rakaat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
Merza Gamal
Dibaca 210
3
Dehumanisasi Manusia Papua Akibat Ketimpangan Pendidikan Dalam Perspektif John Dewey dan Paulo Freire
unepanus katpum
Dibaca 202
4
OSIS SMA Negeri 1 Kamal Sukses Gelar Pensi Bertema Pusaka in Our Memories
Muhammad Hilmi D. S
Dibaca 188
5
Drama Belum Usai, Bahar Smith Tersangka Lagi
Fahruddin Fitriya
Dibaca 177
Selengkapnya
NILAI TERTINGGI
Drama Belum Usai, Bahar Smith Tersangka Lagi
Fahruddin Fitriya
Mari Mencoba Tampilan Baru Kompasiana!
Kompasiana
Gunung Es Bernama Media Sosial
Noer Ashari
Pastikan Tempat Potong Rambut Yang Cocok Tidak Satu Tempat Saja, Mengapa ?
Buyung Nurman
TERBARU
Mahasiswa Kliah Kerja Nyata (KKN) UNHAS Melaksanakan Kegiatan Pelatihan Pemanfaatan Sampah Plastik Berbasis Kerajinan di SDN 47 Parepare
fathur rachman alamsyah
0
Pustaka Devata Jelaskan Perbedaan ISBN dan e-ISBN dalam Tata Kelola Publikasi
billa
0
Workshop Kreasi Pot Tanaman dari Limbah Botol dan Galon untuk Ibu-Ibu PKK guna Menginternalisasi Konsep Economy Circular
M GhanaWM
0
Jemaah Haji Kloter 6 Asal Kepulauan Nias Ikuti Bimbingan Manasik Haji Perdana
Kemenhaj Sibolga
2
Jemaah Haji Kloter 6 Asal Kepulauan Nias Ikuti Bimbingan Manasik Haji Perdana
A R Atmaja
0
ARTIKEL UTAMA
Puisi: Sebelum Pelangi Datang
Teguh Prasetiyo
115
Ketika Pandji Pragiwaksono Menjalani Sanksi Adat di Toraja
Yulius Roma Patandean
240
Cocok-cocokan Itu Nyata, Bahkan untuk Urusan Rambut
Akbar Aridani Setiawan
150
Kemesraan Terpajang di Ruang Maya, Pelajari Rambu-Rambunya agar Aman Sentosa
Heni Hikmayani Fauzia
170
Pesona Sepur Palsu di Kampung Suryatmajan Kota Yogyakarta
Agustina Purwantini
108
TENTANG KOMPASIANA
SYARAT DAN KETENTUAN
FAQ KOMPASIANA
TUTORIAL
PRIVACY & POLICY
BANTUAN
Penghargaan dan Sertifikat:
Untuk pengajuan iklan dan kerja sama bisa menghubungi: kerjasama@kompasiana.com
Kunjungi Mediakit Kompasiana di sini
Programmatic partnership programmatic.team@kgmedia.id
K-Rewards
Infinite
Kilas Balik
Narativ
The Series
Ramadan
© 2026 KOMPASIANA.COM. A SUBSIDIARY OF KG MEDIA.
ALL RIGHTS RESERVED
NULIS
0
0
x
Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Meneladani Perjalanan Agung Rasulullah: Peringatan Isra Mi'raj di Desa Sidorejo", Klik untuk baca:
https://www.kompasiana.com/bintangpratama3365/6978c532ed64153c142821c3/meneladani-perjalanan-agung-rasulullah-peringatan-isra-mi-raj-di-desa-sidorejo?page=all#goog_rewarded
Kreator: Bintang Pratama
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com