Pada Selasa, 6 Januari 2026, mahasiswa KKM Arantra UIN Malang menjalankan kegiatan mengajar di TPQ Baitul Quran, Desa Kelompanggubug, Pulau Bawean. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian di bidang pendidikan keagamaan yang telah berjalan sejak beberapa hari sebelumnya, bahkan sebelum kegiatan pembelajaran formal di sekolah dimulai.
TPQ Baitul Quran diikuti oleh sekitar 20 santri dengan jenjang jilid 1 hingga jilid 6. Dalam proses pembelajaran, mahasiswa KKM menerapkan metode Attanzil, yang memiliki pendekatan berbeda dengan metode mengaji yang biasa digunakan di Malang maupun daerah asal mahasiswa. Perbedaan metode ini menjadi pengalaman belajar baru bagi mahasiswa dalam memahami keragaman sistem pendidikan Al-Qur'an di daerah.
Kegiatan mengajar dilakukan pada hari Senin hingga Rabu, dengan sistem lima mahasiswa KKM mengajar setiap harinya secara bergiliran. Pembagian ini bertujuan agar proses pendampingan santri tetap berjalan efektif dan mahasiswa dapat saling berbagi peran serta pengalaman mengajar.
Antusiasme santri sangat terasa sejak hari pertama. Adik-adik TPQ tampak riang dan bersemangat menyambut kehadiran mahasiswa KKM karena merasakan suasana belajar yang berbeda. Di sela-sela kegiatan, mahasiswa juga banyak belajar bahasa Bawean langsung dari para santri, yang dengan senang hati mengenalkan kosakata lokal.
Melalui kegiatan mengajar di TPQ Baitul Quran ini, mahasiswa tidak hanya menyalurkan ilmu, tetapi juga memperoleh pelajaran berharga tentang kesabaran, metode pengajaran yang beragam, serta karakter santri yang sopan dan mudah diarahkan. Pengalaman ini menjadi bagian penting dari proses pengabdian mahasiswa KKM di Desa Kelompanggubug.