Mengawali kegiatan dengan semangat edukasi dan kepedulian terhadap kesehatan keluarga, kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 183 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mendapat undangan untuk berpartisipasi dalam kegiatan Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Gondang hari Sabtu (17/01/2026). Pada kesempatan ini, mahasiswa KKM 183 memberikan pemaparan materi kepada ibu-ibu Dharma Wanita mengenai bahaya makanan yang terindikasi mengandung bahan kimia berbahaya, khususnya boraks dan formalin. Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya memilih bahan pangan yang aman dan sehat bagi keluarga. Sesi pertama dipandu oleh Kak Adindha Kusuma Wardani sebagai pemateri dari mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam pemaparannya, Kak Adindha menjelaskan secara sederhana namun komprehensif mengenai apa itu boraks dan formalin, ciri-ciri makanan yang berpotensi mengandung bahan tersebut, serta dampak kesehatan yang dapat ditimbulkan jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Melalui pendekatan yang komunikatif, para ibu diajak memahami bahwa kewaspadaan terhadap makanan sehari-hari merupakan langkah awal dalam menjaga kualitas hidup keluarga.
Tidak hanya berhenti pada penyampaian teori, kegiatan dilanjutkan dengan sesi praktik yang menjadi daya tarik utama. Mahasiswa KKM 183 mengajak ibu-ibu Dharma Wanita untuk menguji beberapa sampel bahan makanan yang sering dijumpai di pasar, seperti ikan asin, tahu, dan kerupuk. Pengujian dilakukan menggunakan bahan alami, yaitu sari buah naga untuk mendeteksi indikasi formalin dan sari kunyit untuk mengetahui kemungkinan adanya boraks. Metode sederhana ini menunjukkan bahwa edukasi pangan aman dapat dilakukan dengan cara yang mudah dan aplikatif di rumah.
Antusiasme peserta terlihat ketika satu per satu sampel diuji dan hasilnya diamati bersama. Ibu-ibu aktif berdiskusi, membandingkan perubahan warna pada bahan makanan, serta mengaitkannya dengan pengalaman mereka saat berbelanja kebutuhan sehari-hari. Suasana interaktif ini menciptakan ruang dialog yang hangat, di mana pengetahuan tidak hanya disampaikan satu arah, tetapi dibangun melalui pengalaman langsung dan berbagi cerita.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM 183 menekankan bahwa peran ibu sebagai pengelola konsumsi keluarga sangatlah penting dalam memastikan keamanan pangan. Kesadaran akan bahaya boraks dan formalin diharapkan dapat mendorong kebiasaan lebih selektif dalam memilih makanan, baik dari segi kualitas, kebersihan, maupun sumber pembelian. Edukasi sederhana ini menjadi bekal bagi ibu-ibu untuk melindungi kesehatan keluarga dari risiko bahan kimia berbahaya.
Pihak Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Gondang memberikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKM 183 yang dinilai mampu menghadirkan edukasi kesehatan secara kontekstual dan mudah dipahami. Melalui sinergi antara mahasiswa dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya pangan aman. Lebih dari sekadar program sosialisasi, kolaborasi ini menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa dalam menjawab kebutuhan nyata di tengah masyarakat.