2 months ago

Mengenal Perasaan, Membangun Empati: Program Papan Emosi Kelompok 106 Dharmayatra

Header Image
HIMMATUL ALIYAH

230204110020 • KKM Reguler Semester Ganjil • G.106

Kesehatan mental anak usia sekolah dasar menadi perhatian penting dalam dunia pendidikan modern. Menyadari hal ini, kelompok 106 Dharmayatra menghadirkan inovasi sederhana namun bermakna melalui program pembuatan papan emosi di dua sekolag dasar di Srigading. Kelompok 106 Dharmayatra melaksanakan program kerja di Sekolah Dasar Negeri 01 Srigading dan Sekolah Dasar Negeri 03 Srigading dengan fokus pada pengembangan kecerdasan emosional siswa. Program yang dilaksanakan adalah pembuatan dan penerapan papan emosi di lingkungan sekolah.



Papan emosi dirancang dengan dua tujuan utama yang saling berkaitan:




  1. Memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan emosi mereka secara sehat dan terbuka. Banyak anak usia sekolah dasar yang belum memiliki keterampilan verbal yang cukup untuk mengungkapkan perasaan mereka. Papan emosi menjadi media alternatif yang visual dan mudah dipahami.

  2. Menumbuhkan kepedulian terhadap kondisi emosional teman-teman sekelas. Dengan melihat papan emosi, siswa dapat lebih peka terhadap perasaan teman-teman mereka dan belajar berempati sejak dini.



Papan emosi dirancang dengan mempertimbangkan kemudahan penggunaan oleh anak-anak sekolah dasar. Papan ini menampilkan empat emosi dasar yang mudah dikenali, yaitu senang, sedih, marah, dan takut. Setiap emosi digambarkan dengan karakter yang menarik dan ekspresif, sehingga anak-anak dapat dengan mudah mengidentifikasi perasaan mereka. Untuk memudahkan penggunaan, setiap siswa diberikan stick yang telah dihiasi dengan nama mereka masing-masing. Stick ini berfungsi sebagai penanda pribadi yang akan mereka tempatkan pada bagian emosi yang sesuai dengan perasaan mereka saat itu.



Papan emosi dipasang di dalam kelas pada lokasi yang mudah dijangkau oleh seluruh siswa. Rutinitas penggunaan papan dimulai setiap pagi ketika anak-anak memasuki kelas. Mereka diajak untuk meluangkan waktu sejenak merenungkan perasaan mereka dan menempatkan stick nama mereka pada emosi yang sesuai. Yang menarik dari sistem ini adalah fleksibilitasnya. Anak-anak tidak hanya mengisi papan di pagi hari, tetapi juga dapat memindahkan stick mereka kapan saja sepanjang hari ketika mereka merasakan perubahan emosi. Hal ini mengajarkan kepada mereka bahwa emosi adalah sesuatu yang dinamis dan wajar untuk berubah.



Kehadiran papan emosi di kelas memberikan berbagai manfaat bagi ekosistem pembelajaran:



Bagi siswa, papan emosi menjadi sarana untuk belajar mengenali dan menamai emosi mereka sendiri, keterampilan yang sangat penting untuk perkembangan emosional. Mereka juga belajar bahwa semua emosi adalah valid dan boleh dirasakan. Lebih dari itu, dengan melihat papan emosi, mereka dapat mengembangkan kepekaan sosial dan empati terhadap teman-teman mereka yang mungkin sedang mengalami emosi yang berbeda.



Bagi guru, papan emosi menjadi alat bantu yang efektif untuk memahami kondisi emosional siswa di kelas. Dengan sekilas melihat papan, guru dapat mengidentifikasi siswa yang mungkin memerlukan perhatian khusus atau dukungan tambahan. Informasi ini sangat berharga untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih responsif terhadap kebutuhan emosional siswa.



Program pembuatan papan emosi oleh Kelompok 106 Dharmayatra di SDN 1 Srigading dan SDN 3 Srigading merupakan langkah konkret dalam membangun kesadaran akan pentingnya kesehatan mental sejak usia dini. Melalui alat sederhana namun efektif ini, diharapkan tercipta generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional dan kepedulian sosial yang tinggi. Inovasi seperti ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter dan kesehatan mental dapat diintegrasikan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami oleh anak-anak.