3 months ago

Mengenal UMKM Kerupuk Bawang Cak Gii: Usaha Produksi Kerupuk Lokal Desa Sukopuro

Header Image
OKTAVIA BULAN DWI SABRINA

230501110204 • KKM Reguler Semester Ganjil • G.53

UMKM Kerupuk Bawang Cak Gii merupakan salah satu usaha rumahan yang bergerak di bidang produksi kerupuk bawang di Desa Sukopuro, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Usaha ini telah berjalan kurang lebih selama tiga tahun dan menjadi salah satu sumber penghidupan bagi pemiliknya, yaitu Bapak Sugi. UMKM ini memproduksi krecekan kerupuk bawang yang disuplai ke lingkungan sekitar serta melayani pesanan dari masyarakat setempat. Kegiatan produksi dilakukan secara mandiri dan bergantung pada kondisi cuaca, terutama pada proses penjemuran.



Identitas UMKM



Nama Usaha: Kerupuk Bawang Cak Gii



Pemilik: Bapak Sugi



Jenis Usaha: Produksi kerupuk bawang (krecekan)



Lama Usaha: ± 3 tahun



Alamat: Dusun Luring, Desa Sukopuro, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Jawa Timur



Koordinat Lokasi: Garis Lintang: -7.971204°



Garis Bujur: 112.767126°



Kontak: 0857-0640-5689 (Bapak Sugi)



Media Sosial: Belum tersedia



Profil Singkat Usaha



Dalam proses produksinya, UMKM Kerupuk Bawang Cak Gii mulai beraktivitas sejak pukul 04.30 pagi hingga sore hari. Apabila cuaca dalam kondisi baik, usaha ini mampu memproduksi hingga 50 kg krecekan kerupuk bawang per hari. Namun, ketika cuaca buruk, jumlah produksi akan dikurangi bahkan dapat berhenti sementara karena proses pengeringan tidak memungkinkan. Produk kerupuk bawang yang dihasilkan kemudian disuplai ke sekitar wilayah Desa Sukopuro dan sekitarnya, serta menerima pesanan langsung dari konsumen.



 



Sistem Pemasaran



Pada tahun pertama perintisan usaha, pemasaran dilakukan dengan cara berkeliling. Seiring waktu, pemasaran mulai dibantu oleh keluarga dan saat ini lebih banyak dilakukan melalui komunikasi WhatsApp, baik untuk pemesanan maupun distribusi produk.



Harga Produk



Harga kerupuk bawang yang ditetapkan cukup terjangkau, yaitu:




  • Harga eceran: Rp11.000 per ½ kg

  • Harga untuk dijual kembali: Rp10.000 per ½ kg



Kendala dan Tantangan



Selama menjalankan usaha, produksi kerupuk bawang umumnya berjalan dengan lancar. Kendala sempat dirasakan pada masa awal merintis usaha, namun dapat diatasi seiring bertambahnya pengalaman. Faktor utama yang masih menjadi tantangan hingga saat ini adalah kondisi cuaca, yang sangat mempengaruhi proses produksi.



Kunjungan dan Aktivitas



Usaha Kunjungan ke lokasi usaha umumnya dapat dilakukan pada hari Sabtu, karena pada hari tersebut pemilik memiliki waktu luang. Pada hari-hari lainnya, proses produksi dilakukan secara mandiri tanpa bantuan tenaga tambahan sehingga aktivitas cukup padat.



Harapan Pengembangan Usaha



Pemilik UMKM Kerupuk Bawang Cak Gii berharap dapat memperoleh informasi dan dukungan terkait bantuan UMKM, seperti bantuan modal atau program pemberdayaan usaha. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu pengembangan usaha agar kapasitas produksi dan pemasaran dapat meningkat.