TOYOMARTO, 24 Desember 2025 -- Mahasiswa KKM UIN Malang terjun langsung menyukseskan peluncuran program Kampung Dolanan Senggayuh yang bertempat di kawasan Lombok Gambir, Dusun Bodean Putuk, Desa Toyomarto. Dalam kegiatan ini, para mahasiswa mendampingi pendidik tradisional, Syamsul Subakri atau yang akrab disapa Mbah Kardjo, dalam misi menanamkan kembali nilai budi pekerti kepada anak-anak setempat.
Makna di Balik Nama "Senggayuh"Dalam sesi wawancara di sela-sela kegiatan, Mbah Kardjo menjelaskan bahwa pemilihan nama "Senggayuh" memiliki makna yang sangat mendalam bagi masa depan generasi muda desa tersebut. Nama tersebut memiliki arti "Menggapai Harapan". Melalui wadah ini, Mbah Kardjo ingin anak-anak tidak hanya mengejar materi di dalam kelas, tetapi juga mampu meraih harapan mereka dengan bekal adab dan tata krama yang kuat sebagai fondasi utama kehidupan.
Fokus pada Keterampilan Hidup dan KejujuranMbah Kardjo, yang telah aktif mengabdi di dunia edukasi berbasis pengetahuan lokal sejak tahun 2001, menekankan pentingnya basic life skill atau keterampilan dasar hidup. Bersama mahasiswa KKM UIN Malang, ia mengawali kegiatan dengan metode dialog atau pocapan agar anak-anak memahami jati diri dan peran mereka di lingkungan masyarakat.
Menurut Mbah Kardjo, permainan tradisional merupakan sarana paling efektif untuk melatih kejujuran. "Jika dalam permainan mereka sudah terbiasa jujur, maka itu akan menjadi modal utama mereka saat bersosialisasi dan hidup di tengah masyarakat nanti," terangnya. Beliau juga menambahkan bahwa alat tidak perlu mahal, yang terpenting adalah ketersediaan wahana untuk anak bersosialisasi.
Upaya Menekan Dampak Negatif GawaiKeterlibatan mahasiswa KKM UIN Malang dalam program di Dusun Bodean Putuk ini merupakan bentuk kepedulian terhadap fenomena ketergantungan anak pada gawai yang mulai melunturkan sopan santun dan kemampuan bersosialisasi. Di area terbuka Lombok Gambir, para mahasiswa membantu mengarahkan anak-anak untuk kembali berinteraksi dengan alam dan teman sebaya secara langsung melalui stimulasi panca indra.
Melalui pendampingan ini, Mbah Kardjo dan mahasiswa KKM berharap anak-anak Desa Toyomarto bisa tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak dan tetap menghormati orang tua. Sesuai dengan nama "Senggayuh", program ini diharapkan menjadi langkah awal bagi mereka untuk meraih masa depan dengan tetap menjaga akar budaya dan kesantunan.