3 months ago

Mengintip Keseruan Kelas Bisnis Terakhir KKM Unggulan Inkubasi Bisnis UIN Malang: Membedah Magis Personal Branding Bersama Kak Dina Fajar

Header Image
`AISYAH SALSABILA

230502110110 • KKM Inkubasi Bisnis • G.199

MALANG -- Minggu, 1 Februari 2026, menjadi momentum emosional sekaligus inspiratif bagi para mahasiswa peserta KKM Inkubasi Bisnis UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Menandai berakhirnya rangkaian program kerja edukatif mereka, sebuah kelas bisnis spesial digelar dengan menghadirkan sosok pemuda berprestasi dari Universitas Brawijaya (UB), Kak Dina Fajar. Mengusung tema besar mengenai Strategi Personal Branding, Kak Dina berhasil mengubah suasana kelas menjadi diskusi hangat yang membuka cakrawala berpikir tentang bagaimana cara anak muda "menjual" potensi diri di era kompetisi yang semakin ketat.

Dalam paparannya, Kak Dina menegaskan bahwa memiliki personal branding bukan lagi sebuah pilihan atau sekadar gaya hidup, melainkan kebutuhan mendasar bagi siapa saja yang ingin bertahan di dunia profesional. Ia menyoroti fenomena saat ini di mana dunia nyata dan dunia maya sudah tidak memiliki sekat lagi. Apa yang kami tampilkan di media sosial adalah representasi digital yang dilihat oleh calon klien, mitra bisnis, hingga perusahaan besar. Kak Dina menekankan bahwa anak muda harus mulai sadar untuk mengelola jejak digital mereka secara positif agar mampu membangun kepercayaan publik secara organik.





Foto ketika Kelas Berlangsung

Menariknya, Kak Dina tidak hanya bicara soal teori. Ia membagikan rekam jejak pribadinya yang dimulai dengan langkah-langkah kecil yang konsisten. Ia menceritakan bagaimana konsistensi dalam membuat konten dan membangun interaksi membuat pengikutnya (followers) di media sosial terus bertumbuh pesat. Namun, poin utama yang ia garis bawahi bukanlah sekadar angka pengikut, melainkan bagaimana pertumbuhan tersebut menjadi jembatan untuk meraih mimpi dengan cara yang lebih mudah dan menyenangkan. Pengalaman nyatanya sebagai Brand Ambassador (BA) Wardah Cosmetics menjadi bukti sahih; berkat branding yang kuat, ia kini sering diundang ke berbagai tempat, berkeliling daerah, dan luar biasanya, ia justru dibayar untuk melakukan hobi yang ia cintai tersebut. Lebih lanjut, Kak Dina memberikan nasehat yang sangat praktis namun sering terabaikan oleh banyak orang, yakni mengenai penampilan fisik. Beliau mengingatkan agar para pelajar tidak meremehkan cara berpakaian dan kebersihan diri. Mengoreksi penampilan agar terlihat lebih rapi di mata orang lain adalah bentuk profesionalitas paling dasar. Penampilan yang rapi bukan berarti harus mewah, melainkan menunjukkan bahwa kita siap dan menghargai kesempatan yang datang. Hal ini sejalan dengan komitmen Inkubator Bisnis UIN Malang yang selalu mendorong mahasiswanya untuk tampil unggul di masyarakat.

Kelas bisnis ini pun ditutup dengan sesi tanya jawab yang antusias, menyisakan semangat baru bagi para peserta KKM. Dengan berakhirnya kelas ini, diharapkan para siswa tidak hanya membawa pulang pengalaman mengabdi di desa, tetapi juga membawa "senjata" baru berupa citra diri yang kuat untuk melangkah ke jenjang karir berikutnya. Kak Dina Fajar telah membuktikan bahwa dengan langkah kecil yang tekun dan penampilan yang terjaga, pintu peluang akan terbuka lebar dengan sendirinya.