3 months ago

Mengolah Sampah, Menjaga Amanah: Semangat Ekoteologi KKM 109 UIN Malang Menghidupkan Desa Klampisan

Header Image
MUHAMMAD DIMAS MAULANA

230602110004 • KKM Reguler Semester Ganjil • G.109

Kediri, 11 Januari 2026 - Pagi yang cerah di Desa Klampisan, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, menjelma menjadi ruang belajar terbuka yang sarat semangat dan kebersamaan. Mahasiswa KKM 109 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menghadirkan kegiatan unggulan berupa pelatihan pembuatan pupuk kompos, sebuah program yang selaras dengan tema besar KKM 109, yakni ekoteologi---pandangan bahwa merawat bumi merupakan bagian dari nilai ibadah sekaligus tanggung jawab manusia sebagai khalifah di muka bumi.



 



Kegiatan diawali dengan senam pagi bersama yang diikuti oleh ibu-ibu Desa Klampisan serta beberapa pengurus Pondok Bahrul Ulum Klampisan. Gerak yang serempak, tawa yang mengalir, dan suasana penuh keakraban menjadi pembuka yang hangat. Senam pagi tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas penyegar tubuh, tetapi juga menjadi simbol awal kebersamaan antara mahasiswa dan masyarakat.



 



Usai senam, peserta disuguhi hidangan sederhana berupa buah-buahan segar dan kolak kacang hijau. Sajian ini menjadi pelengkap suasana santai, menghadirkan ruang interaksi yang cair dan penuh kehangatan. Obrolan ringan yang terjalin secara alami semakin mempererat hubungan antara mahasiswa KKM 109 dan warga Desa Klampisan.



 



Memasuki agenda utama, pelatihan pembuatan pupuk kompos dipandu oleh Muhammad Dimas Maulana, yang menyampaikan materi dengan gaya komunikatif dan mudah dipahami. Peserta diajak mengenal konsep dasar kompos, manfaatnya bagi kesuburan tanah dan lingkungan, hingga praktik langsung mengolah limbah organik rumah tangga menjadi pupuk yang bernilai guna. Antusiasme peserta terlihat jelas dari keterlibatan aktif, banyaknya pertanyaan, serta semangat mencoba di setiap tahapan pelatihan.



 



Pelatihan ini menjadi bukti bahwa program unggulan KKM 109 tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pentingnya keberlanjutan lingkungan. Melalui pendekatan ekoteologi, mahasiswa mengajak masyarakat untuk memaknai pengelolaan sampah dan pelestarian alam sebagai bentuk amanah moral dan spiritual yang harus dijaga bersama.



 



Rangkaian acara berlangsung meriah dari awal hingga akhir. Wajah-wajah antusias dan semangat belajar para peserta menjadi gambaran keberhasilan kegiatan ini. Harapannya, pelatihan pupuk kompos dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi Desa Klampisan, khususnya dalam mengelola limbah organik secara bijak dan menjaga kelestarian lingkungan sekitar.



 



Dari senam pagi hingga praktik pengomposan, KKM 109 UIN Malang menghadirkan pengabdian yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga inspiratif---menegaskan bahwa merawat bumi sejatinya adalah bagian dari merawat kehidupan itu sendiri.