Bulan Ramadhan selalu menjadi momen spesial untuk memperdalam ilmu agama. Hal inilah yang dilakukan oleh Madrasah Ibtidaiyah Nu (MINU) Trate Putri (MIPI) Gresik. Selama tiga hari, mulai tanggal 25 hingga 27 Februari, seluruh siswi mengikuti rangkaian kegiatan Pondok Ramadhan (Ponram) yang penuh dengan edukasi dan pembiasaan ibadah. Kegiatan dimulai pada Rabu (25/2) pukul 07.30 WIB dengan pembukaan formal. Seluruh siswi mendapatkan ceramah umum mengenai bab Thoharoh (bersuci) sebagai fondasi dasar dalam beribadah. Setelah pembukaan, siswi kelas 1 hingga kelas 5 masuk ke ruang kelas masing-masing untuk menerima materi tematik dan mengerjakan proyek ramadhan.
Sementara itu, suasana berbeda tampak pada siswi kelas 6. Sebagai tahun terakhir mereka di madrasah, kelas 6 memiliki program khusus yaitu Mabit (Menginap) selama tiga hari dua malam. Di musholla, mereka nampak khusyuk mengaji Kitab Washiyyatul Mushthofa, dan Alala. Kebersamaan kelas 6 terasa sangat kental saat mereka melaksanakan buka puasa bersama di sekolah. Tak berhenti di situ, setelah sholat tarawih dan tadarus, mereka beristirahat sejenak sebelum bangun di tengah malam untuk melaksanakan sholat lail (Tahajud, Hajat, dan Witir) serta sahur bersama sebagai persiapan puasa hari berikutnya.
Keceriaan memuncak pada hari kedua, Kamis (26/2). Seluruh keluarga besar MIPI melakukan "Safari Ramadhan" ke Masjid Petrokimia Gresik. Siswi kelas 1-5 berangkat dari rumah masing-masing, sedangkan kelas 6 berangkat bersama dari sekolah menggunakan angkutan kota (angkot). Acara diisi oleh Cak Komang dengan tema "Senangnya Berpuasa". Dengan gaya penyampaian yang interaktif, Cak Komang mengajak siswi bermain, menyimak materi, hingga menjawab kuis berhadiah. Setelah kegiatan selesai pukul 10.30 WIB, siswi kelas 1-5 diperbolehkan pulang, sementara kelas 6 kembali ke sekolah untuk melanjutkan mengaji Kitab Washiyyatul Mushtofa dan kajian Kitab Al-Ala serta materi bab puasa.
Hari Ketiga, Pengajian Pagi hingga Momen Haru Penutupan di Malam Hari Jumat (27/2). Pagi hari dimulai pukul 07.30 WIB dengan Pengajian Umum bersama Kepala Madrasah di lapangan sekolah yang diikuti oleh seluruh siswi kelas 1 hingga kelas 6. Setelah pengajian rutin tersebut, siswi kelas 1-5 masuk ke kelas masing-masing untuk menyelesaikan materi terakhir dan proyek Ramadhan sebelum diperbolehkan pulang pukul 11.00 WIB. Namun, bagi siswi kelas 6, kegiatan justru semakin padat dan bermakna. Selain melanjutkan ngaji kitab di musholla, pada sore hari mereka melakukan kegiatan luar sekolah (outdoor) di Langgar Ceplokan. Di sana, mereka tidak hanya mengaji Kitab Al-Ala, tetapi juga melakukan aksi sosial dengan berbagi sembako kepada warga sekitar. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan rasa empati dan kepedulian sosial sejak dini.
Momen yang paling dinantikan tiba pada malam harinya, yakni Acara Penutupan Pondok Ramadhan. Dalam suasana yang khidmat, seluruh siswi kelas 6 mengikuti rangkaian penutupan program sebagai tanda berakhirnya masa penempaan spiritual mereka di sekolah. Meski acara telah ditutup secara resmi pada malam Jumat, siswi kelas 6 tetap menginap satu malam lagi di madrasah untuk menjalankan sholat malam dan sahur bersama, sebelum akhirnya diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing pada Sabtu (28/2) pagi.