4 months ago

Mengukir Senyum di Usia Senja: Program Pendampingan Holistik KKM UIN Malang di Panti Jompo Tresna Werdha, Wlingi, Blitar

Header Image
SELY NAFIDATUN NAJMI

230108110013 • KKM Unggulan Fakultatif (FITK) • G.

Panti Jompo Tresna Werdha di Blitar merupakan lembaga yang fokus memberikan pelayanan dan pendampingan bagi para lansia. Seiring proses penuaan, para penghuni di panti ini umumnya mengalami penurunan kondisi fisik, psikologis, maupun sosial. Selain kendala kesehatan tubuh, keterbatasan komunikasi dengan keluarga membuat sebagian lansia mengalami masalah emosional, seperti rasa kesepian dan kurang percaya diri. Aktivitas harian yang monoton juga membuat mereka rentan merasa jenuh dan kurang bersemangat. Jika dibiarkan begitu saja, rendahnya aktivitas fisik serta kurangnya dukungan emosional ini tentu dapat menurunkan kualitas hidup dan kesejahteraan mental para lansia.



Melihat kondisi tersebut, sekelompok mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang lintas jurusan hadir untuk menggelar aksi nyata. Di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan, Dimas Femy Sasongko, M.Pd., mereka merancang program pengabdian masyarakat berbasis pendampingan holistik melalui metode pendekatan partisipatif. Dengan metode ini, para lansia diajak terlibat aktif dalam setiap kegiatan agar terjalin komunikasi yang akrab dan hangat. 





Guna menyentuh seluruh aspek kesejahteraan secara menyeluruh, pendampingan holistik ini mengintegrasikan tiga aktivitas utama. Pertama, kegiatan senam pagi bersama dengan gerakan sederhana yang aman untuk menjaga kebugaran jasmani sekaligus meningkatkan semangat lansia di pagi hari. Kedua, bakti sosial yang dikombinasikan dengan pendampingan emosional lewat obrolan dari hati ke hati agar mereka merasa lebih diperhatikan dan disayangi. Ketiga, program "Panggung Kenangan" sebagai sarana hiburan interaktif yang memberikan ruang bagi para lansia untuk mengekspresikan diri, bernyanyi bersama, serta bernostalgia menceritakan kisah masa muda mereka.





Berdasarkan hasil evaluasi pascapelaksanaan program, pendampingan holistik ini terbukti membawa perubahan yang sangat positif bagi kualitas hidup para lansia. Dari aspek fisik, lansia menjadi lebih aktif bergerak dan bugar berkat rutinitas senam pagi. Dari segi sosial dan emosional, mereka yang awalnya cenderung menutup diri kini berubah menjadi lebih terbuka, komunikatif, serta tampak jauh lebih bahagia karena rasa sepi mereka berkurang. Program pengabdian ini menegaskan sebuah esensi penting bahwa kesejahteraan di usia senja tidak hanya bergantung pada kesehatan fisik saja, melainkan juga sangat dipengaruhi oleh hadirnya perhatian emosional dan dukungan sosial yang hangat dari lingkungan sekitar.