Upaya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan terus dilakukan melalui berbagai kegiatan edukatif. Salah satunya diwujudkan dalam seminar kesehatan mengenai penyakit jantung dan diabetes yang diselenggarakan oleh KKM Kelompok 76 pada 24 Januari 2026 bertempat di Balai Desa Bunutwetan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.
Kegiatan ini dimulai pada pukul 09.00 WIB dan dihadiri oleh seluruh kader posyandu Desa Bunutwetan. Turut hadir pula tamu undangan, di antaranya kepala kader posyandu, bidan desa, perawat, serta perwakilan dari puskesmas, yang menunjukkan besarnya perhatian lintas sektor terhadap isu kesehatan masyarakat desa.
Acara dibuka oleh MC Marsheila Fithri Aisyah Nurahmani dan Nuriyah Izza Afkarina, yang memandu jalannya kegiatan dengan tertib dan komunikatif. Selanjutnya, hadirin bersama-sama menyanyikan Lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh dirijen Yeni Septiyana, sebagai bentuk penghormatan dan peneguhan semangat kebersamaan.
Sambutan disampaikan oleh Kepala Desa Bunutwetan, Bapak Buchori, serta Ibu Lurah, Ibu Atik, yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya seminar kesehatan ini. Dalam sambutannya, pihak desa menekankan pentingnya peran kader posyandu sebagai garda terdepan dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat, khususnya terkait penyakit tidak menular seperti jantung dan diabetes.
Memasuki sesi inti, seminar menghadirkan pemateri dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok KKM 76, Ibu Putri Wulan Akbar. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa penyakit jantung dan diabetes merupakan penyakit tidak menular yang sangat berkaitan dengan pola hidup sehari-hari. Oleh karena itu, pencegahan menjadi langkah utama yang perlu dipahami dan diterapkan oleh masyarakat.
Materi yang disampaikan menekankan pentingnya menjaga pola makan yang seimbang dengan membatasi konsumsi gula dan lemak berlebih, serta membiasakan aktivitas fisik secara rutin sesuai dengan kemampuan masing-masing. Selain itu, pemateri juga menyoroti pentingnya menjaga berat badan ideal, menghindari kebiasaan merokok, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai upaya deteksi dini. Dalam konteks desa, kader posyandu dipandang memiliki peran strategis sebagai penghubung antara tenaga kesehatan dan masyarakat dalam menyampaikan edukasi serta memantau kondisi kesehatan warga.
Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab (Q&A) yang dipandu oleh moderator Nailah Zahroh Ilmiyah. Sesi ini berlangsung interaktif, dengan berbagai pertanyaan dari peserta terkait penerapan pola hidup sehat, penanganan awal, serta strategi komunikasi kader posyandu dalam menyampaikan informasi kesehatan kepada masyarakat. Seluruh rangkaian materi dan diskusi berlangsung selama kurang lebih satu jam.
Seminar kesehatan ini ditutup pada pukul 11.00 WIB. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman kader posyandu terhadap penyakit jantung dan diabetes, serta memperkuat peran mereka dalam upaya promotif dan preventif di Desa Bunutwetan.
Melalui kegiatan ini, sinergi antara mahasiswa KKM, tenaga kesehatan, dan pemerintah desa kembali ditegaskan sebagai langkah penting dalam membangun masyarakat yang lebih sadar, peduli, dan bertanggung jawab terhadap kesehatan bersama.