12 months ago

Menjadi Saudara Belajar Santri Kecil, Mahasiswa UIN Malang Dampingi TPQ Kasreman

Header Image
MUHAMMAD RAUDLATUL HIDAYATULLAH

220107110081 • KKM MBKM & Pengabdian Lain • G.324

Kediri, 28 April 2025 -- Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang ditempatkan di Desa Kasreman, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, turut berkontribusi dalam bidang pendidikan keagamaan melalui program pendampingan di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ). Kegiatan ini berlangsung kurang lebih satu bulan, dimulai sejak pertengahan Maret dan berlanjut kembali pada akhir April 2025.



Program ini dilaksanakan di empat TPQ, yaitu TPQ At-Taufiq (Dusun Pengkol), TPQ Al-Asyraaf (Dusun Kasreman), TPQ Baiturrahman (Dusun Sumber Nglebeng), dan TPQ Al-Hidayah (Dusun Pengkol). Mahasiswa diterjunkan secara bergilir, dua hingga tiga orang di setiap TPQ, menyesuaikan jumlah santri dan kebutuhan masing-masing lembaga.



Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk membantu mengatasi keterbatasan tenaga pengajar baca-tulis Al-Qur'an di desa. Dalam praktiknya, satu ustadz atau ustadzah di TPQ bisa membimbing belasan santri dalam satu waktu, yang tentu berdampak pada efektivitas pembelajaran. Kehadiran mahasiswa menjadi solusi sementara yang memberikan penguatan terhadap pembelajaran Iqro', Al-Qur'an, tajwid, hafalan surat pendek, hingga pembiasaan akhlak mulia.



Setiap TPQ memiliki karakteristik yang unik. Di TPQ At-Taufiq, mahasiswa turut membantu santri remaja menyimak bacaan kitab Mabadi' Fiqh. Sementara itu, TPQ Baiturrahman menggunakan metode Tilawati yang menekankan aspek makhraj dan irama bacaan. Di TPQ Al-Hidayah dan Al-Asyraaf, mahasiswa membantu secara aktif menyimak dan membetulkan bacaan anak-anak, serta memfasilitasi kegiatan interaktif seperti kuis hafalan dan sambung ayat.



Menariknya, di TPQ Al-Asyraaf, salah satu mahasiswa bahkan mengambil inisiatif untuk berbagi takjil kepada para santri selama bulan Ramadhan. Kegiatan sederhana ini menciptakan suasana hangat dan meningkatkan semangat anak-anak untuk datang lebih awal mengikuti kegiatan mengaji.



"Awalnya kami hanya membantu menyimak bacaan dan hafalan anak-anak, tapi semakin hari, hubungan kami dengan mereka semakin dekat. Mereka bukan hanya murid, tapi juga teman belajar kami," ungkap salah satu mahasiswa peserta KKM.



Selain mendampingi kegiatan di TPQ, mahasiswa juga ikut aktif dalam kegiatan keagamaan warga seperti diba'an dan pengajian rutin di rumah-rumah penduduk. Interaksi ini memperkuat relasi sosial serta menunjukkan peran mahasiswa sebagai agen pengabdian yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.



Program pendampingan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur'an di desa, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mengambil peran sebagai pengajar di lingkungannya. Tantangan kekurangan tenaga pengajar di TPQ masih menjadi persoalan nyata, sehingga kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan lembaga pendidikan sangat diperlukan untuk menciptakan ekosistem belajar Al-Qur'an yang berkelanjutan dan berkualitas.