KKM Fuerza Del Alba X Satyendra Vijaya telah sukses menyelenggarakan kegiatan Seminar Parenting pada tanggal 18 April 2025, dengan tema "Rumahku Madrasah Pertamaku : Peran Keluarga dalam Pendidikan Anak Secara Islami". Berlokasi di Masjid Ubay bin Ka'ab (Jl. Pesantren No. 60 RT 5 RW 5, Bunut, Tunjungtirto, Singosari, Malang), Kelompok KKM Fuerza Del Alba X Satyendra Vijaya menghadirkan pemateri yaitu Dr. Fina Hidayati yang merupakan dosen Psikologi UIN Malang. Kegiatan ini berlangsung pada sore hari dengan sasaran ibu-ibu pengajian, dengan suasana sore yang syahdu kegiatan ini diawali dengan membaca istighosah bersama dan kemudian memasuki kegiatan inti yaitu seminar parenting.
Melihat dari tema diatas, secara tidak langsung hal itu menuntut orang tua untuk menjadi teladan bagi buah hati atau anak-anak mereka dengan hal sekecil apapun yang akan dilakukan oleh orang tua mereka. Setiap anak adalah peniru ulung. Sebelum mengenal teori, nasihat, atau perintah, mereka belajar dari apa yang mereka lihat. Dalam hal ini, orang tua adalah guru pertama dalam kehidupan seorang anak. Perilaku sehari-hari orang tua menjadi cermin dan pembentuk karakter anak. Seorang anak akan lebih cepat menangkap dan merekam apa yang dilakukan orang tuanya daripada apa yang diucapkan. hal ini berlaku pada semua tindakan, contohnya ketika orang tua menyuruh anaknya untuk segera melaksanakan sholat, namun orang tua yang memberi perintah justru menunda untuk melaksanakan sholat, maka tindakan orang tua yang menunda melaksanakan sholatlah yang member pengaruh besar kepada sang anak dibandingkan dengan perintah yang direalisasikan dengan ucapan.
Sebagai teladan bagi seorang anak orang tua harus memberi contoh tindakan teladan dari hal-hal kecil yang dilakukan sehari-hari, contohnya :
- membaca basmallah ketika akan memulai sesuatu.
- membaca hamdallah ketika selesai mengerjakan sesuatu.
- menjaga lisan dan perkataan didepan anak.
- memberi contoh tindakan yang baik di kehidupan sehari-hari.
- mengajarkan cara bertutur kata yang baik.
- cara menghormati yang lebih tua.
dengan demikian seorang anak akan tumbuh dengan pribadi islami yang baik, tanpa merasa digurui.
Peran orang tua sebagai teladan tidak berhenti ketika anak masuk sekolah atau beranjak dewasa. Namun, sepanjang hidupnya, anak akan terus membawa jejak keteladanan yang pernah diajarkan di rumah. Ketika rumah menjadi tempat yang penuh kasih, disiplin, dan nilai-nilai keislaman, maka anak pun akan menjadikannya dasar dalam membangun kehidupannya sendiri kelak. Dalam Islam, pendidikan anak bukan hanya tentang mengajar, tapi tentang menjadi. Menjadi pribadi yang jujur, sabar, penyayang, dan taat kepada Allah adalah cara paling ampuh untuk menanamkan nilai-nilai Islam kepada anak.
Maka, mari mulai dari diri sendiri. Jadilah sosok yang ingin kita lihat dalam diri anak-anak kita. sebab teladan terbaik dimulai dari orang tua dan keluarga.