Kami, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 35 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, melaksanakan salah satu program kerja di bidang edukasi dengan mengadakan seminar bertema pernikahan dini dan stunting di MA Al Hidayah, Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo. Kegiatan ini kami rancang berdasarkan hasil pengamatan dan diskusi bersama masyarakat, di mana angka pernikahan dini di Desa Pandansari masih tergolong tinggi dan menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya stunting.
Seminar ini kami laksanakan di lingkungan sekolah MA Al Hidayah dengan peserta yang terdiri dari siswa-siswi serta dewan guru. Sejak awal kegiatan, kami merasakan antusiasme yang besar dari para peserta. Hal ini menunjukkan bahwa isu pernikahan dini dan stunting merupakan topik yang dekat dengan realitas kehidupan mereka dan perlu terus dibahas secara terbuka dan edukatif.
Dalam pelaksanaan seminar, kami menghadirkan salah satu anggota Koppatara sebagai pemateri. Materi disampaikan secara komunikatif dan mudah dipahami, membahas dampak pernikahan dini dari berbagai aspek, mulai dari kesiapan mental dan psikologis, kesehatan reproduksi, hingga risiko yang dapat muncul terhadap ibu dan anak. Pemateri juga menjelaskan keterkaitan antara pernikahan dini dengan stunting, terutama akibat kurangnya kesiapan fisik dan pengetahuan gizi pada usia remaja.
Selama kegiatan berlangsung, suasana seminar terasa hidup. Banyak siswa yang aktif bertanya dan menyampaikan pandangan mereka terkait tekanan sosial, pernikahan di usia muda, serta harapan mereka terhadap masa depan. Bagi kami, momen ini menjadi pengalaman berharga karena dapat berdialog langsung dengan generasi muda dan mendengar perspektif mereka secara jujur.
Melalui seminar ini, kami berharap siswa-siswi MA Al Hidayah dapat memahami pentingnya menyiapkan masa depan secara matang, baik dari segi pendidikan, kesehatan, maupun mental, sebelum mengambil keputusan besar seperti pernikahan. Kami juga berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam upaya pencegahan stunting serta membangun kesadaran kolektif akan pentingnya generasi yang sehat dan berkualitas.
Sebagai mahasiswa KKM 35, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk berkontribusi langsung kepada masyarakat Desa Pandansari. Kami percaya bahwa perubahan dapat dimulai dari edukasi sederhana yang tepat sasaran, dan semoga apa yang kami lakukan dapat memberikan dampak positif, baik bagi sekolah maupun masyarakat sekitar.