2 years ago

Menjaga Tradisi, Mempererat Ukhuwah: Kisah KKM UIN MALANG Kelompok 33 dan Khotmil Qur’an di Dusun Gerih

Header Image
LINDA PUSPITASARI

220201110004 • KKM Reguler Semester Ganjil 2024/2025 • G.33

Saat pertama kali tiba di Dusun Gerih pada 19 Desember 2024, kami mendapati musala yang sepi dan kurang terawat. Lantainya berdebu, karpetnya kotor, fasilitas wudhu rusak, dan lampu padam. Namun, yang paling terasa adalah ketiadaan suara adzan tanda bahwa musala ini jarang digunakan untuk shalat berjamaah.



Melihat kondisi ini, kami dari KKM 33 merasa terpanggil untuk menghidupkan kembali musala sebagai pusat ibadah.Pada 21 Desember 2025, kami memulai aksi bersih-bersih dan perbaikan musala. Sejak pukul 06.00 hingga 10.00 WIB, anggota laki-laki KKM 33 mengganti lampu kamar mandi, melengkapi fasilitas wudhu, membersihkan sajadah, kaca, serta mengepel seluruh area musala. Dengan peralatan kebersihan seadanya, kami berhasil mengembalikan kenyamanan musala bagi warga setempat. Sebagai langkah awal, kami memulai program One Day One Juz. Adzan pertama yang kami kumandangkan menjadi penanda bahwa musala ini kembali aktif. Perlahan, warga mulai datang untuk shalat berjamaah, membangun kembali kebersamaan dalam ibadah.



Karena antusias para anggota kkm, kita meningkatkan program ini menjadi One Day Two Juz, yang dilaksanakan setiap ba’da maghrib dan subuh. Dengan membaca satu juz setiap maghrib dan satu juz setiap subuh, program ini bertujuan memperkuat ikatan keagamaan antara mahasiswa dan warga. Menggunakan pengeras suara, lantunan ayat suci Al-Qur’an terdengar hingga ke rumah-rumah warga. Dukungan masyarakat pun datang dalam bentuk hidangan yang mereka berikan, sebagai bentuk keramahan dan apresiasi terhadap program ini



Khotmil Qur’an dan Tumpengan 



Puncak dari program ini adalah mengkhatamkan Al-Qur’an sebanyak dua kal, yaitu pada 7 Januari 2025 dan 26 Januari 2025. Untuk memperingati momen berharga ini, kami mengadakan Khotmil Al-Qur’an dengan acara Tumpengan pada Minggu, 26 Januari 2025, di musala. Sejak pagi, anggota KKM bersama beberapa warga setempat bergotong-royong menyiapkan dua tumpeng, simbol dari dua kali khataman. Acara ini dihadiri oleh warga sekitar musala dan posko KKM 33, serta tokoh masyarakat seperti kepala dusun dan ketua RT. 



Acara ini dilaksanakan ba’da isya’ dengan diawali dengan sambutan dari saudara Fajar Ali Hasan, selaku penanggung jawab divisi moderasi beragama. Acara dilanjutkan dengan pembacaan Surah Al-‘Alaq hingga Surah An-Naas, doa khotmil Qur’an, serta momen pemotongan tumpeng. Kegiatan ini diakhiri dengan makan bersama, yang semakin mempererat hubungan antara mahasiswa dan warga.



Revitalisasi musala ini bukan hanya sekadar program KKM, tetapi juga investasi jangka panjang bagi warga. Kini, musala tidak hanya menjadi tempat shalat berjamaah, tetapi juga digunakan untuk kajian diba’an dan musyawarah warga. Partisipasi masyarakat terus meningkat, dengan sesepuh dan remaja yang kembali aktif meramaikan musala.



Selama 40 hari di Dusun Gerih, kami merasakan kehangatan dan kebersamaan yang luar biasa. Terima kasih, Dusun Gerih, atas pengalaman berharga ini. Semoga semangat kebersamaan ini tetap terjaga, dan musala yang telah kami hidupkan kembali terus menjadi pusat ibadah yang bermanfaat bagi masyarakat.