Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang serba cepat, masyarakat Desa Toyomarto masih menjaga erat nilai-nilai spiritual dan tradisi keagamaan sebagai bagian dari identitas sosial mereka. Salah satu kegiatan yang mencerminkan hal tersebut adalah kegiatan rutin manaqib jama'ah putri, yang diselenggarakan secara berkala oleh kaum ibu-ibu di desa ini. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga wadah mempererat tali silaturahmi dan membangun kekuatan batin bersama.
Apa Itu Manaqib?
Manaqib adalah tradisi pembacaan kisah keteladanan dan keutamaan para wali Allah, khususnya Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, seorang tokoh sufi besar dalam Islam. Pembacaan manaqib biasanya disertai dengan dzikir, doa bersama, dan kadang dilanjutkan dengan tausiyah atau pengajian. Di Desa Toyomarto, kegiatan ini dilaksanakan secara rutin biasanya satu kali dalam seminggu tepatnya hari kamis atau malam jum'at di rumah-rumah warga setempat secara bergilir.
Menyatukan Hati dalam Dzikir
Kegiatan manaqib putri di Desa Toyomarto bukan sekadar rutinitas keagamaan, tetapi telah menjadi ruang spiritual dan sosial yang saling melengkapi. Para jama'ah tidak hanya hadir untuk membaca manaqib, tetapi juga untuk merenungkani makna hidup dan memperkuat iman.
Kehadiran ibu-ibu yang konsisten setiap bulan menjadi bukti kuat bahwa kegiatan ini memberi manfaat besar, baik secara pribadi maupun kolektif. Dzikir dan doa yang dipanjatkan bersama membawa ketenangan jiwa, sedangkan interaksi setelah acara mempererat rasa kekeluargaan antarwarga.
Peran Mahasiswa KKM
Dalam pelaksanaan kegiatan ini, kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari UIN Malang turut memberi warna. Mahasiswa tidak hanya menjadi pengamat, tetapi juga ikut terlibat sebagai fasilitator dan pendamping kegiatan. Kehadiran mereka disambut dengan hangat oleh warga, dan menjadi bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat dalam aspek religius-spiritual.
Mahasiswa membantu mendokumentasikan kegiatan bahkan sesekali menyampaikan kultum singkat sebelum pembacaan manaqib dimulai. Ini menjadi kesempatan langka bagi mahasiswa untuk menyelami kehidupan spiritual masyarakat secara langsung.
Harmoni Antara Tradisi dan Spiritualitas
![]()
LAGI RAME!
- Sejarah Indonesia Ditulis Ulang, tetapi Siapa yang Pegang Pena?
- Menetap di Sawah Saat Pensiun, Mau?
- Terlalu PD Buka Usaha Saat Pensiun, Mau Untung Malah Beruntung
- Ketika Brand Lokal Mengungguli Brand Global
- 5 Langkah Wujudkan Komite Sekolah yang Fungsional
- Pro-Kontra Keberadaan Komite Sekolah yang Berkepanjangan
Evana Charissa Shafa Anak Uin Malang
cewek yang biasa saja
SOSBUD
Menjalin Spiritualitas dalam kebersamaan : Kegiatan Rutin manaqib jama'ah putri Desa Toyomarto Singosari Malang
22 Mei 2025 06:12 Diperbarui: 22 Mei 2025 06:12
15 1 0
+
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Foto kegiatan manaqib di Desa Toyomarto Singosari
Kegiatan rutin manaqib ini mencerminkan keharmonisan antara tradisi keagamaan dan semangat kebersamaan. Di tengah arus globalisasi, masyarakat Desa Toyomarto tetap menjaga kearifan lokal yang sarat makna dan nilai. Dalam suasana yang sederhana namun penuh kekhusyukan, setiap bacaan manaqib menjadi bentuk tafakur, pengingat, sekaligus perekat sosial yang memperkuat ukhuwah di antara sesama jama'ah.
Penutup
“Menjalin Spiritualitas Dalam Kebersamaan” bukan sekadar ungkapan, namun benar-benar hidup dalam kegiatan manaqib jama'ah putri di Desa Toyomarto. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk membangun ruang-ruang spiritual yang inklusif, teduh, dan mempersatukan
https://www.kompasiana.com/evanashafacharissa4879/682e5df834777c540e5cf1f2/menjalin-spiritualitas-dalam-kebersamaan-kegiatan-rutin-manaqib-jamaah-putri-desa-toyomarto-singosari-malang


