3 months ago

Menjejak Desa, Mengabdi Bersama : Pembukaan KKM Kelompok 28 "LASKARA" UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Poncokusumo 2025/2026

Header Image
ANNISA KHOIROMZUL FAUZIYAH

230601110019 • KKM Reguler Semester Ganjil • G.28

Poncokusumo, Kabupaten Malang — Rabu, 23 Desember 2025, Balai Desa Poncokusumo dipenuhi suasana hangat dan penuh harapan. Sebanyak 15 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang secara resmi membuka kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) sebagai tanda dimulainya masa pengabdian mereka di tengah masyarakat desa.



Desa Poncokusumo terletak di kawasan kaki Gunung Bromo dan dikenal sebagai salah satu desa wisata di Kabupaten Malang. Keindahan alam pegunungan, udara sejuk, hamparan kebun jeruk, serta berbagai destinasi wisata alam menjadi kekuatan utama desa ini. Secara pembangunan, Poncokusumo tergolong desa yang maju dan aktif, dengan masyarakat yang terbuka terhadap perubahan dan kolaborasi. Namun demikian, potensi besar tersebut masih menyimpan tantangan, terutama dalam pengembangan dan pemasaran UMKM lokal agar mampu bersaing dan dikenal lebih luas.



Mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok 28 dengan nama tim LASKARA terdiri dari 6 mahasiswa laki-laki dan 9 mahasiswa perempuan. Selama kurang lebih 40 hari , mereka akan berbaur, belajar, dan bekerja bersama masyarakat Desa Poncokusumo melalui berbagai program kerja berbentuk pengabdian yang disusun dan direncanakan.



Pembukaan KKM dilaksanakan di Balai Desa Poncokusumo dan dihadiri oleh perangkat desa, termasuk Kepala Dusun yang akrab disapa Pak Yudi, dosen pembimbing lapangan (DPL) Bapak Achmad Busiri, M.Pd.I., perwakilan masyarakat, serta seluruh mahasiswa peserta KKM. Acara berlangsung dengan tertib dan penuh keakraban, mencerminkan semangat kebersamaan sejak hari pertama.



Dalam sambutannya, pihak desa menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus harapan agar kehadiran mahasiswa KKM dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Program-program yang akan dijalankan diharapkan mampu mendukung potensi desa, baik dalam bidang keagamaan, pendidikan, sosial, kesehatan, kebersihan lingkungan, maupun pemberdayaan UMKM dan desa wisata.



Bagi mahasiswa, KKM bukan sekadar pelaksanaan kewajiban akademik, tetapi juga ruang belajar yang nyata tentang kehidupan bermasyarakat. Dari Desa Poncokusumo, mereka belajar tentang empati, kerja sama, dan makna pengabdian. Dengan dibukanya secara resmi kegiatan KKM ini, Kelompok KKM 28 ini memulai perjalanan pengabdian dengan harapan dapat meninggalkan manfaat dan kesan positif yang berkelanjutan bagi masyarakat desa.