3 months ago

Menjemput Istitha'ah: Catatan Perjalanan KKM HIPE di Jantung Kota Batu

Header Image
AGATHA FAVIAN CRYSTALIANTO

230701110017 • KKM Unggulan Fakultatif • G.216

Halo semuanya! Saya Agatha Favian, dan kali ini saya ingin berbagi cerita seru sekaligus mengharukan selama menjalani Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari FKIK UIN Malang. Bukan sekadar KKN biasa, program kami kali ini bertajuk KKM HIPE (Hajj Interprofessional Education).



Misi kami? Sederhana namun sangat krusial: Memastikan para pahlawan spiritual kita, yaitu Calon Jamaah Haji (CJH), memiliki kesiapan fisik yang prima sebelum berangkat ke Tanah Suci



Banyak orang mengira ibadah haji hanya soal kesiapan mental dan finansial. Padahal, rangkaian ibadah seperti Thawaf, Sa’i, hingga Wukuf menuntut stamina yang luar biasa. Fakta di lapangan menunjukkan banyak jamaah kita yang berisiko tinggi karena penyakit degeneratif, terutama hipertensi. Inilah yang membawa Kelompok 17 kami ke Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.



Di Desa Gunungsari, kami bertemu dengan sosok luar biasa, Pak Eko Purwanto. Beliau adalah calon jamaah haji yang penuh semangat, namun memiliki tantangan kesehatan berupa hipertensi dan kondisi overweight.



Selama satu bulan (Desember 2025 - Januari 2026), kami rutin melakukan "Sambang Haji" ke kediaman beliau. Data awal menunjukkan tekanan darah beliau mencapai 153/95 mmHg dengan indeks massa tubuh (BMI) yang masuk kategori obesitas. Tantangannya? Pak Eko memiliki aktivitas pekerjaan yang berat sebagai pengawas hotel (naik turun 5 lantai!) dan masih memiliki kebiasaan merokok.



Agar edukasi tidak membosankan, kami merancang beberapa program unggulan:





  • Alarm Haji: Pengingat minum obat rutin berbasis WhatsApp agar Pak Eko tidak lupa jadwal terapinya.




  • Video Edukasi & Flash Card: Kami membuat materi visual yang menarik tentang gaya hidup sehat dan manajemen hipertensi yang mudah diingat.




  • Kartu Siap Haji: Media pengingat visual harian untuk menjaga pola makan rendah garam.




  • Medical Check berkala: Memantau tekanan darah, gula darah, hingga kolesterol secara rutin.





Perjalanan ini tidak selalu mulus. Ada kalanya tekanan darah Pak Eko turun secara signifikan, namun di kunjungan berikutnya bisa naik kembali karena faktor kelelahan atau pola makan. Kami belajar bahwa mengubah gaya hidup seseorang—apalagi yang sudah senior—membutuhkan kesabaran ekstra dan pendekatan hati ke hati.



Namun, melihat skor pengetahuan Pak Eko yang mencapai 100/100 pada sesi post-test memberikan kebahagiaan tersendiri bagi kami. Beliau kini jauh lebih paham bagaimana menjaga diri agar tetap bugar demi panggilan Ilahi.



KKM HIPE ini menyadarkan kami bahwa menjadi calon dokter atau tenaga kesehatan bukan hanya soal mengobati, tapi soal mendampingi. Kesehatan adalah pondasi dari kemabruran haji. Jika fisiknya kuat, ibadah pun bisa dilakukan dengan lebih khusyuk.



Terima kasih untuk Pak Eko, dr. Lina Fitria Astari selaku DPL kami, dan seluruh anggota Kelompok 17 (Tsani, Fanie, Haidar, dan saya sendiri) atas kerja kerasnya. Semoga langkah kecil kami di Bumiaji menjadi berkah bagi perjalanan haji para jamaah nantinya.



Sampai jumpa di cerita pengabdian berikutnya!