3 months ago

Menyapa Pagi Bersama KKM Kelompok 35: Jalan Sehat Menuju Istita'ah Haji

Header Image
AMBROSIA IRHAM TRIDENANG LIESWARI

230701110036 • KKM Unggulan Fakultatif • G.234

Batu (25-01/2026) 



kami memulai kegiatan sejak pukul 05.00 hingga sekitar 06.30. Udara yang masih segar, suasana yang tenang, serta cahaya matahari yang perlahan muncul memberikan energi positif untuk memulai hari. Jalan pagi ini tidak hanya menjadi rutinitas fisik, tetapi juga ruang untuk berbincang, berbagi cerita, dan membangun kedekatan antara mahasiswa KKM dengan calon jamaah haji.



Perjalanan yang ditempuh terasa ringan karena dilakukan bersama-sama. Tawa, semangat, dan saling menyemangati menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap langkah yang kami ambil. Dari sinilah kami menyadari bahwa kesehatan tidak hanya dibangun dari aktivitas fisik, tetapi juga dari dukungan sosial dan suasana hati yang baik. 



Bagi calon jamaah haji, kesiapan fisik merupakan salah satu aspek penting dalam mencapai kondisi istitaah, yaitu kemampuan untuk melaksanakan ibadah haji secara fisik, mental, dan finansial. Ibadah haji menuntut aktivitas berjalan kaki dalam jarak yang cukup jauh, terutama saat thawaf, sa’i, serta mobilitas di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Oleh karena itu, latihan fisik ringan seperti jalan pagi menjadi langkah awal yang sangat bermanfaat.



Melalui kegiatan ini, kami turut memantau daya tahan berjalan, kekuatan otot, serta respons tubuh terhadap aktivitas fisik. Pemantauan sederhana seperti frekuensi napas, tingkat kelelahan, dan kemampuan mempertahankan ritme berjalan memberikan gambaran awal mengenai kesiapan fisik calon jamaah haji.



Selain itu, jalan pagi juga membantu meningkatkan kebugaran kardiovaskular, memperbaiki sirkulasi darah, serta menjaga kestabilan tekanan darah. Manfaat lain yang tidak kalah penting adalah peningkatan kualitas tidur, pengendalian stres, dan perasaan lebih bugar sepanjang hari.



Lebih dari sekadar aktivitas olahraga, jalan pagi ini menghadirkan nilai kebersamaan yang hangat. Kami belajar mendengarkan cerita kehidupan, harapan, serta persiapan spiritual Ibu Analiyawati dalam menyambut perjalanan suci ke Tanah Suci. Interaksi ini mengingatkan kami bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga pada empati, komunikasi, dan pendampingan manusiawi.



Bagi kami sebagai mahasiswa, pengalaman ini menjadi pembelajaran nyata tentang pendekatan promotif dan preventif dalam kesehatan haji. Pendampingan sederhana seperti mengajak jalan pagi dapat memberikan dampak besar bagi kesiapan fisik dan mental calon jamaah.