Kelompanggubug, 18 Januari 2026
Pengalaman berharga kembali kami dapatkan selama menjalani Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Desa Kelompanggubug. Pada Minggu, 18 Januari 2026, kami diajak oleh warga sekitar untuk menyaksikan salah satu tradisi khas Bawean yang jarang ditemui di daerah lain, yakni Toktok Sapi.
Toktok sapi sekilas mirip dengan kerapan sapi yang populer di Madura. Namun, jika kerapan sapi identik dengan balapan, maka toktok sapi lebih dikenal sebagai adu kekuatan sapi. Tradisi ini menjadi salah satu hiburan rakyat yang sarat akan nilai budaya dan kebersamaan warga. Tak heran jika Bawean sering disebut memiliki kemiripan dengan Madura, baik dari bidang bahasa, Kebudayaan, maupun aktivitas masyarakatnya.
Untuk menyaksikan toktok sapi, kami menempuh perjalanan sekitar 24 menit dari posko, tepatnya menuju Desa Grejeg, Kecamatan Tambak. Meski jaraknya cukup jauh, rasa lelah terbayar lunas oleh antusiasme dan suasana meriah yang menyambut kami di lokasi.
Selama kurang lebih 1--2 jam, kami menyaksikan sekitar dua hingga tiga pertandingan adu sapi. Sorak sorai penonton, canda warga, dan suasana lapangan yang ramai membuat pengalaman ini terasa sangat hidup dan menyenangkan. Kami benar-benar merasakan bagaimana tradisi ini menjadi ruang berkumpul dan hiburan bersama bagi masyarakat.
Tak lengkap rasanya menonton tanpa jajan. Di lokasi, kami mencoba berbagai makanan khas yang dijajakan warga, mulai dari rujak, koncok-koncok, hingga jajanan lain yang sebelumnya belum pernah kami nikmati. Menikmati kuliner lokal sambil menyaksikan tradisi daerah menjadi pengalaman sederhana namun berkesan.
Yang paling membekas dari kegiatan ini adalah penghematan warga. Mereka begitu terbuka, ramah, dan antusias berbincang dengan kami. Suasana akrab dan penuh tawa membuat kami merasa benar-benar diterima sebagai bagian dari lingkungan tersebut
Menonton toktok sapi bukan hanya soal hiburan, tetapi juga tentang belajar memahami budaya lokal secara langsung. Bagi kami, pengalaman ini menjadi salah satu momen yang sangat ingin diulangi---karena Bawean selalu punya cara sederhana untuk membuat siapa pun jatuh cinta.