Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan kegiatan moderasi beragama bertajuk "Merajut Kebersamaan dalam Perbedaan" di MTs Kanjeng Sepuh, Sidayu, Gresik, pada tanggal 20 Maret 2025. Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai toleransi dan keseimbangan dalam kehidupan beragama kepada seluruh peserta yang hadir.
Acara dimulai pukul 07.30 WIB dengan penampilan hadroh banjari oleh siswa dan mahasiswa, lalu dilanjutkan doa khotmil dan tahlilan sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai keagamaan. Setelah itu, acara resmi dibuka oleh MC pada pukul 08.30 WIB, diikuti pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh salah satu siswa MTs.
Peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Yalal Wathon sebelum sambutan dari Ketua Pelaksana Acara, Abiburrohim Fahzan Hamzah. Dalam sambutannya, ia berharap kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat nilai moderasi beragama di kalangan generasi muda. Sambutan juga disampaikan oleh perwakilan dewan guru MTs Kanjeng Sepuh, M. Nurul Huda Muslim, S.Pd.I, yang menyambut baik acara ini sebagai langkah nyata menanamkan sikap toleransi dan keseimbangan dalam kehidupan beragama.
Sesi utama acara adalah Mauidhoh Hasanah yang disampaikan oleh H. Muhammad Mujib, M.Pd.I, Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Gresik. Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya moderasi beragama agar tidak terjebak pada sikap ekstrem kanan atau kiri.
"Jika seseorang terlalu condong ke salah satu sisi, maka ia tidak akan bisa meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam berdakwah," ujarnya.
Beliau juga mengingatkan berbagai peristiwa tragis yang pernah terjadi akibat kurangnya pemahaman moderasi beragama, seperti bom Bali, perang saudara, dan pembakaran tempat ibadah. Dalam Islam, keseimbangan (tawasuth), keadilan (i’tidal), toleransi (tasamuh), dan harmoni (tawazun) adalah empat prinsip utama yang harus diterapkan dalam bermasyarakat.
Acara ini tidak hanya dihadiri oleh pihak sekolah, tapi juga anak-anak TPQ, santri pondok pesantren, dan para petinggi Yayasan Kanjeng Sepuh. Berbagai penampilan memeriahkan acara, termasuk paduan suara dan puisi berantai, serta sesi doorprize yang menambah semangat peserta.
Sebagai bentuk apresiasi, mahasiswa KKM menyerahkan cendera mata kepada narasumber sebagai ungkapan terima kasih atas kontribusi mereka. Penyerahan ini juga mempererat silaturahmi antara semua pihak yang terlibat. Acara diakhiri dengan foto bersama sebagai kenang-kenangan dan simbol komitmen menjaga nilai moderasi beragama.
Salah satu peserta menyampaikan harapan agar kegiatan seperti ini terus digelar, sehingga nilai toleransi dan kebersamaan semakin kuat di tengah keberagaman yang ada. Semoga pesan moderasi beragama dapat terus menjadi pegangan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut saya pribadi, kegiatan seperti ini sangat penting dan perlu terus dilakukan. Di tengah tantangan keberagaman zaman sekarang, pemahaman dan penerapan moderasi beragama menjadi kunci untuk hidup berdampingan dengan harmonis dan saling menghargai perbedaan. Harapan saya, nilai-nilai ini tidak hanya dipahami saat acara berlangsung, tetapi benar-benar menjadi sikap yang dijalani sehari-hari oleh semua peserta.