2 months ago

Mimbar Pagi, CAKRA Nyalakan Karakter Remaja SMP Laboratorium UM Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Mimbar Pagi, CAKRA Nyalakan Karakter Remaja SMP Laboratorium UM", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/lutfinnadhiroh1499/69d

Header Image
NAHDLIYATUL ILMIYAH

230101110056 • KKM Unggulan Fakultatif (FITK) • G.504

Pendidikan karakter merupakan pilar utama dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara spiritual dan mental. Di tengah tantangan era digital yang penuh distraksi, pembinaan nilai-nilai keislaman dan kemampuan berbicara di depan umum menjadi kebutuhan mendesak bagi peserta didik usia remaja. Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, kelompok Asistensi Mengajar (AM) 59 Widya Arunika dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menginisiasi Program CAKRA (Cahaya Karakter Remaja) di SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang yang kini telah berjalan.

Program CAKRA lahir dari observasi mendalam terhadap dinamika kehidupan siswa SMP Laboratorium UM. Meskipun sekolah ini telah menerapkan rutinitas shalat Dhuha berjamaah secara konsisten, masih terdapat potensi besar untuk mengoptimalkan momen tersebut sebagai sarana pembentukan karakter. Fase remaja, khususnya pada jenjang Sekolah Menengah Pertama, merupakan periode kritis di mana peserta didik mengalami perkembangan pesat dalam hal identitas diri, kepercayaan diri, dan kemampuan komunikasi.

Berdasarkan pengamatan kelompok Widya Arunika, banyak siswa yang memiliki potensi kepemimpinan dan pemahaman keislaman yang baik, namun terkendala oleh rasa malu dan kurangnya pengalaman berbicara di depan umum. Program CAKRA dirancang untuk menjembatani kesenjangan tersebut melalui pendekatan yang terintegrasi: menggabungkan pembiasaan ibadah dengan pelatihan public speaking Islami. Dengan tema "Menumbuhkan Karakter Islami dan Kepercayaan Diri Remaja melalui Ceramah Inspiratif Pra-Shalat Dhuha", program ini bertujuan menciptakan ekosistem pembelajaran keagamaan yang holistik dan berkelanjutan.

Program CAKRA menerapkan sistem sederhana dengan perwakilan satu siswa dari setiap kelas VII, VIII, dan IX yang tampil secara bergiliran setiap minggu sebelum sholat Dhuha berjamaah di Masjid Baitul Ilmi SMP Laboratorium UM.

Yang membedakan CAKRA dari kegiatan serupa adalah sistem pendampingan intensif oleh tim mahasiswa AM Widya Arunika. Setiap siswa menjalani pelatihan bertahap sebelum tampil, meliputi penentuan topik, pelatihan public speaking secara bertahap, serta pembimbingan konten ceramah. Pendekatan ini menjamin bahwa siswa tampil dengan persiapan matang dan percaya diri optimal, bukan dilepaskan begitu saja ke mimbar.

Sejak berjalan, Program CAKRA telah menunjukkan transformasi nyata pada peserta. Perubahan karakter terlihat jelas dalam disiplin kehadiran pagi, tanggung jawab menyiapkan materi, dan peningkatan kepercayaan diri dalam interaksi sehari-hari. Program ini tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga wadah pembentukan karakter yang berkelanjutan.

Keberhasilan CAKRA tidak lepas dari dukungan penuh Ibu Dra. Yayuk Prihatnawati, M.Pd. selaku Kepala SMP Laboratorium UM beserta jajaran dewan guru. Komitmen institusi tercermin dari penyediaan fasilitas optimal dan fleksibilitas jadwal pembelajaran.

Tim pelaksana terdiri dari sembilan mahasiswa AM Widya Arunika dengan pembagian peran yang jelas. Setiap coach dipasangkan dengan satu siswa untuk pendampingan personal yang efektif, memastikan kualitas pelatihan dan komunikasi yang optimal dengan siswa dan pihak sekolah.

Program CAKRA sejalan dengan arahan nasional pendidikan karakter yang ditekankan dalam Kurikulum Merdeka dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional. Dengan mengoptimalkan infrastruktur keagamaan yang sudah ada, CAKRA menawarkan solusi hemat biaya namun berdampak tinggi. Pendekatan bottom-up melalui keterlibatan siswa sebagai penceramah memperkuat paradigma pendidikan "belajar dari sesama" yang progresif.

Sebagai penutup, Program CAKRA membuktikan bahwa transformasi karakter remaja dapat dicapai melalui pendekatan sederhana namun terstruktur. Setiap pagi di SMP Laboratorium UM, cahaya karakter remaja menyala terang sebelum fajar sholat Dhuha. Dengan pendampingan intensif dari kelompok Widya Arunika, satu siswa dari setiap kelas bergantian menjadi penceramah cilik yang menginspirasi ratusan teman sebayanya.

Marilah kita dukung dan sebarkan inisiatif pendidikan karakter seperti CAKRA. Karena cahaya karakter yang dinyalakan hari ini akan menjadi penerang bangsa di masa depan.