Upaya peningkatan tata kelola aset keagamaan berbasis teknologi informasi mulai diterapkan di Masjid Al Muhajirin Dirgantara, Kecamatan Kedungkandang. Melalui peluncuran Sistem Informasi Masjid Dirgantara (SIMASDIR), mahasiswa KKM Arkadiakarsa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berupaya menghadirkan solusi digital atas kebutuhan pendataan dan pengelolaan inventaris masjid.
Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus takmir, remaja masjid, serta tokoh masyarakat setempat. Berlangsung di lingkungan masjid, acara peluncuran SIMASDIR menjadi ruang interaksi antara mahasiswa dan masyarakat dalam membahas pentingnya pengelolaan aset umat yang tertib, transparan, dan berkelanjutan. Mahasiswa KKM secara langsung mendampingi para pengurus dalam mengenal dan mencoba sistem yang dikembangkan.
Digitalisasi sebagai Solusi Pengelolaan Aset
SIMASDIR dikembangkan dengan semangat “Digitalisasi Aset untuk Kemaslahatan Umat”. Sistem ini lahir dari hasil pengamatan mahasiswa terhadap proses pendataan inventaris masjid yang sebelumnya masih dilakukan secara manual. Cara tersebut dinilai kurang efektif karena berisiko menimbulkan kehilangan data, kesulitan pembaruan informasi, serta keterbatasan akses bagi pengurus.
Sebagai solusi, SIMASDIR dirancang dalam bentuk sistem inventaris berbasis web yang dapat diakses melalui laman simasdir-inventory.vercel.app. Sistem ini memungkinkan pengurus masjid untuk memantau kondisi sarana dan prasarana ibadah secara terintegrasi dan tersimpan secara daring. Dengan demikian, proses pencatatan dan pengawasan aset dapat dilakukan secara lebih sistematis dan mudah.
Penerapan QR Code pada Aset Masjid
Salah satu fitur utama yang diperkenalkan dalam SIMASDIR adalah penggunaan QR Code pada setiap aset masjid. Pada sesi simulasi, pengurus takmir mempraktikkan pemindaian kode yang telah ditempelkan pada beberapa barang inventaris, seperti pendingin ruangan dan lemari penyimpanan.
Hasil pemindaian menampilkan informasi detail mengenai aset tersebut, meliputi waktu perolehan, kondisi barang, serta riwayat pemeliharaan. Fitur ini dinilai mempermudah pengurus dalam melakukan pengecekan aset secara cepat dan akurat, tanpa harus membuka catatan manual.
Melalui penerapan SIMASDIR, mahasiswa KKM Arkadiakarsa berharap pengelolaan aset Masjid Al Muhajirin Dirgantara dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan akuntabel. Program ini tidak hanya menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga wujud sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menjaga serta mengoptimalkan pemanfaatan aset umat untuk jangka panjang.