Kota Kediri -- Setelah menjalani pengabdian selama satu bulan penuh, mahasiswa KKM Sandya Arkatama 57 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) resmi menutup rangkaian kegiatan mereka di TPQ Baitus Sholihin, Banaran, Kota Kediri, Rabu (29/4/2026). Penutupan berlangsung dalam suasana hangat, sederhana, namun sarat makna kebersamaan.
Sejak awal kegiatan, nuansa kekeluargaan sudah terasa. Penutupan tidak hanya menjadi agenda formal, tetapi juga menjadi ruang pertemuan emosional antara mahasiswa KKM dan para santri yang selama ini telah belajar dan berinteraksi bersama.
Acara penutupan diawali dengan aktivitas rutin bersama santri, sebelum kemudian dilanjutkan ke rangkaian acara inti. Para santri tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan, sementara mahasiswa KKM berusaha menikmati setiap momen kebersamaan yang tersisa.
Seremoni dibuka secara resmi oleh pembawa acara dengan suasana tertib namun tetap santai. Sambutan pertama disampaikan oleh Pujiono, S.Pd.I yang mewakili Kepala TPQ Baitus Sholihin. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKM yang dinilai mampu memberikan warna baru dalam proses pembelajaran di TPQ.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa tidak hanya membantu kegiatan belajar mengajar, tetapi juga menghadirkan semangat dan pendekatan baru yang lebih dekat dengan dunia anak-anak.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Koordinator TPQ, Ustadz Fathoni. Ia menyoroti bagaimana mahasiswa KKM mampu menjalin hubungan yang akrab dengan para santri.
Ia menilai, peran mahasiswa tidak terbatas sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendamping yang mampu membangun suasana belajar yang menyenangkan.
Ketua KKM Sandya Arkatama 57, Muhammad Agung Benshir, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas sambutan hangat dari pihak TPQ sejak awal hingga akhir kegiatan.
"Satu bulan mungkin terasa singkat, tetapi pengalaman, pembelajaran, dan kebersamaan yang kami dapatkan di sini akan menjadi bekal berharga bagi kami ke depan," ujarnya.
Suasana haru semakin terasa saat Ketua TPQ Baitus Sholihin, Iin Fitriyah, SE, menyampaikan pesan secara langsung kepada para mahasiswa.
Dengan nada tulus, ia mengungkapkan rasa terima kasih atas dedikasi mahasiswa selama masa pengabdian.
"Kami mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya. Kami belum bisa memberikan sesuatu yang sepadan, hanya bisa memberikan jamuan sederhana ini. Semoga silaturahmi tetap terjaga," tuturnya.
Ucapan tersebut disambut dengan suasana hening sejenak, sebelum kemudian diiringi senyum dan kehangatan dari seluruh peserta yang hadir.
Selama masa pengabdian, mahasiswa KKM Sandya Arkatama 57 menghadirkan berbagai program edukatif yang dirancang sesuai kebutuhan santri. Salah satu program yang paling berkesan adalah Lingo Funtime, yakni kegiatan pembelajaran bahasa Arab dan Inggris berbasis permainan.
Program ini mendapat respons positif karena mampu menghadirkan suasana belajar yang interaktif dan tidak monoton. Para santri terlihat aktif, antusias, dan lebih percaya diri dalam mengenal kosakata baru.
Sebagai bagian dari penutupan, dilakukan penyerahan sertifikat dari pihak KKM kepada TPQ Baitus Sholihin sebagai bentuk cinderamata dan simbol kerja sama yang telah terjalin.
Momen ini menjadi penanda resmi berakhirnya kegiatan pengabdian, sekaligus bentuk penghargaan atas kolaborasi yang telah berlangsung selama satu bulan.
Setelah rangkaian formal selesai, kegiatan dilanjutkan dengan ramah-tamah dan makan bersama. Suasana menjadi lebih cair ketika mahasiswa dan santri duduk bersama, berbincang santai, dan menikmati hidangan yang disajikan.
Tawa, cerita ringan, dan interaksi sederhana menjadi penutup yang justru paling berkesan.
KKM Sandya Arkatama 57 terdiri dari delapan mahasiswa, yaitu dua laki-laki dan enam perempuan, yang selama satu bulan aktif mendampingi kegiatan pembelajaran di TPQ Baitus Sholihin.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memberikan kontribusi bagi masyarakat, tetapi juga memperoleh pengalaman nyata dalam memahami dinamika sosial, pendidikan keagamaan, serta pentingnya membangun hubungan yang humanis dengan masyarakat.
Penutupan ini menjadi akhir dari rangkaian program KKM, namun bukan akhir dari hubungan yang telah terjalin. Kehangatan yang tercipta selama satu bulan diharapkan dapat terus berlanjut dalam bentuk silaturahmi di masa mendatang.