4 months ago

Nuraksara: KKM 56 KANYA SEVA Nyalakan Cahaya Ilmu dan Bangun Identitas di Pondok Pesantren Ribathul Qur’an Wal Qiro’at

Header Image
LAYYINA KHOIRUN NISA FAUZI

230104110131 • KKM Unggulan Fakultatif (FITK) • G.556

KEDIRI – Semangat pengabdian terpancar di Dusun Griging Kidul, Desa Grogol, Kabupaten Kediri. Pada tanggal 6 April 2026, Kelompok KKM 56 KANYA SEVA secara resmi membuka kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Pondok Pesantren Ribathul Qur’an Wal Qiro’at. Mengusung tema besar "Nuraksara", mahasiswa berkomitmen menjadi cahaya ilmu yang menuntun generasi untuk tumbuh, bergerak, dan memberi dampak nyata.



 



Acara pembukaan ini berlangsung khidmat dengan dihadiri langsung oleh pengasuh pondok dan Ketua Pondok Pesantren beserta seluruh jajaran pengurus. Tak ketinggalan, seluruh santri putra di pondok tersebut turut mengikuti prosesi pembukaan dengan penuh antusias.



Membangun Identitas di Pondok yang Baru Bersemi



Pondok Pesantren Ribathul Qur’an Wal Qiro’at merupakan institusi tahfidz khusus laki-laki yang baru berjalan selama satu tahun. Sebagai pondok yang masih belia, salah satu tantangan yang dihadapi adalah belum adanya identitas fisik atau penanda yang jelas bagi publik.



Melihat hal ini, KKM 56 Kanya Seva berinisiatif membenahi kekurangan tersebut. Melalui program kerja mingguan, para mahasiswa mengajak santri untuk peduli lingkungan sekaligus membangun identitas pondok melalui pembuatan Eco-Brick. Dengan memanfaatkan limbah sampah plastik dari lingkungan sekitar, para santri diajak menyusun identitas visual pondok yang kreatif dan ramah lingkungan.



KEDIRI – Semangat pengabdian terpancar di Dusun Griging Kidul, Desa Grogol, Kabupaten Kediri. Pada tanggal 6 April 2026, Kelompok KKM 56 KANYA SEVA secara resmi membuka kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Pondok Pesantren Ribathul Qur’an Wal Qiro’at. Mengusung tema besar "Nuraksara", mahasiswa berkomitmen menjadi cahaya ilmu yang menuntun generasi untuk tumbuh, bergerak, dan memberi dampak nyata.



 



Acara pembukaan ini berlangsung khidmat dengan dihadiri langsung oleh pengasuh pondok dan Ketua Pondok Pesantren beserta seluruh jajaran pengurus. Tak ketinggalan, seluruh santri putra di pondok tersebut turut mengikuti prosesi pembukaan dengan penuh antusias.



Membangun Identitas di Pondok yang Baru Bersemi



Pondok Pesantren Ribathul Qur’an Wal Qiro’at merupakan institusi tahfidz khusus laki-laki yang baru berjalan selama satu tahun. Sebagai pondok yang masih belia, salah satu tantangan yang dihadapi adalah belum adanya identitas fisik atau penanda yang jelas bagi publik.



Melihat hal ini, KKM 56 Kanya Seva berinisiatif membenahi kekurangan tersebut. Melalui program kerja mingguan, para mahasiswa mengajak santri untuk peduli lingkungan sekaligus membangun identitas pondok melalui pembuatan Eco-Brick. Dengan memanfaatkan limbah sampah plastik dari lingkungan sekitar, para santri diajak menyusun identitas visual pondok yang kreatif dan ramah lingkungan.



Penerapan Ilmu Kampus: Belajar Menjadi Lebih Seru



Selain program identitas, program harian Nuraksara mencakup pendampingan mengaji Al-Qur'an, pendalaman kitab Fiqih, serta penguatan ilmu Tajwid. Berbekal pengalaman dari program Asistensi Mengajar (AM) dan Magang di kampus, mahasiswa KKM 56 membawa warna baru dalam proses belajar mengajar.



Jika selama ini pola belajar di pesantren cenderung monoton dengan sistem sorogan (mendengar dan menulis di kitab), kehadiran mahasiswa mengubah suasana menjadi lebih dinamis. Penerapan metode pembelajaran aktif membuat para santri tidak cepat bosan dan lebih berani bereksplorasi.



Antusiasme Tinggi dan Kreativitas Tanpa Batas



Meski santri di pondok ini semuanya laki-laki, kehadiran para mahasiswa yang mayoritas perempuan dengan tingkat kreativitas tinggi justru menjadi daya tarik tersendiri. Semangat para santri melonjak drastis saat mengikuti setiap sesi kegiatan.



"Kami ingin membuktikan bahwa pembelajaran di pondok tidak harus kaku. Dengan sedikit sentuhan kreatifitas dan pendekatan yang tepat, materi sesulit apapun akan lebih mudah diterima oleh santri," ujar salah satu anggota KKM 56 Kanya Seva.



Kegiatan pembukaan ini menjadi langkah awal dari rangkaian pengabdian yang diharapkan tidak hanya memberikan kenangan, tetapi juga meninggalkan jejak fisik dan ilmu yang bermanfaat bagi kemajuan Pondok Pesantren Ribathul Qur’an Wal Qiro’at di masa depan.