Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 01 Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang resmi menginisiasi program bimbingan belajar gratis bagi anak-anak di lingkungan RW 04 Kelurahan Polowijen, Kecamatan Blimbing. Program ini dipusatkan di Masjid Darul Istiqomah sebagai upaya mengoptimalkan fungsi rumah ibadah sebagai pusat pendidikan masyarakat.Kegiatan yang telah berlangsung sejak 05 Januari 2026 ini mendapatkan apresiasi tinggi dari para orang tua yang mendambakan adanya tambahan ilmu bagi anak-anak mereka. Kehadiran mahasiswa diharapkan mampu memberikan motivasi baru bagi generasi muda di wilayah tersebut untuk lebih giat belajar. Lingkungan masjid yang tenang juga dinilai sangat kondusif untuk mendukung konsentrasi anak-anak selama proses transfer ilmu berlangsung.
Pelaksanaan bimbingan belajar ini dijadwalkan secara rutin sebanyak tiga kali dalam seminggu dengan pembagian waktu yang sangat terstruktur. Seluruh kegiatan pembelajaran dilaksanakan pada malam hari agar tidak mengganggu aktivitas sekolah formal maupun kegiatan mengaji sore para siswa. Untuk menjamin efektivitas belajar, mahasiswa membagi durasi pertemuan ke dalam dua sesi. Sesi pertama dimulai tepat setelah salat Magrib berakhir dan berlangsung hingga waktu Isya tiba. Setelah menjalankan salat Isya berjamaah, para peserta kembali melanjutkan sesi kedua yang berdurasi hingga pukul 20.00 WIB.
Antusiasme peserta terlihat dari keberagaman jenjang pendidikan yang mengikuti program ini. Peserta bimbingan belajar terdiri dari anak-anak pada tingkat Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Agar materi yang disampaikan dapat terserap dengan baik, mahasiswa KKM Kelompok 01 membagi peserta ke dalam beberapa kelompok belajar atau kelas berdasarkan tingkatan sekolah. Pembagian ini bertujuan agar pendekatan tutor dapat menyesuaikan dengan kemampuan dasar masing-masing siswa.
Kelas pertama diperuntukkan bagi anak-anak pada tingkat TK hingga kelas 2 SD. Pada kelompok ini, tutor lebih memfokuskan pada penguatan literasi dasar dan numerasi sederhana dengan metode yang komunikatif agar anak-anak tidak merasa jenuh. Selanjutnya, kelas kedua diisi oleh siswa-siswi kelas 3 hingga kelas 4 SD. Pada tingkatan ini, materi mulai dikembangkan sesuai dengan kurikulum sekolah yang sedang mereka tempuh, dengan penekanan pada pemahaman konsep dasar mata pelajaran. Kelompok terakhir merupakan kelas bagi siswa tingkat atas, yakni kelas 5 SD hingga siswa SMP. Kelas ini dirancang lebih intensif untuk membantu para siswa dalam menyelesaikan tugas sekolah serta mempersiapkan diri menghadapi ujian.
Setiap kelas mendapatkan pendampingan yang sangat intensif karena mahasiswa menerjunkan setidaknya lima hingga enam tutor pada tiap kelompok belajar. Rasio antara pengajar dan siswa yang proporsional ini sengaja diterapkan agar setiap anak mendapatkan perhatian penuh selama proses belajar mengajar. Para tutor bertugas menjelaskan materi, membantu mengerjakan pekerjaan rumah, hingga menjawab pertanyaan sulit yang belum dipahami di sekolah. Interaksi yang hangat antara mahasiswa dan anak-anak menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan tidak membosankan. Hal ini terbukti dengan kehadiran peserta yang selalu stabil dan cenderung meningkat di setiap jadwal pertemuan yang telah ditentukan.
Fokus mata pelajaran dalam bimbingan belajar ini dibagi menjadi tiga pilar utama, yaitu Matematika, Bahasa Inggris, dan Ilmu Keagamaan. Pembagian hari belajar dilakukan secara sistematis agar anak-anak tidak merasa kelelahan karena beban materi yang terlalu tumpang tindih dalam satu waktu.Fokus mata pelajaran Matematika dilaksanakan pada hari Minggu malam. Pemilihan hari libur ini dimaksudkan agar anak-anak memiliki kesiapan mental yang lebih baik dalam menghadapi tantangan pelajaran logika dan hitungan sebelum memulai pekan sekolah yang baru.
Selanjutnya, bimbingan mata pelajaran Bahasa Inggris diberikan pada hari Senin malam. Mahasiswa berupaya membekali anak-anak dengan kemampuan bahasa asing melalui penguasaan kosakata dan percakapan dasar yang relevan dengan kebutuhan mereka. Metode pengajaran dilakukan melalui media yang interaktif seperti permainan kata agar anak-anak lebih cepat dalam menghafal kosakata baru.
Sebagai penutup rangkaian pembelajaran mingguan, bimbingan Ilmu Keagamaan dilaksanakan pada hari Rabu malam. Sesuai dengan latar belakang pendidikan mahasiswa pengabdian, materi keagamaan ditekankan pada penguasaan fiqih dasar, hafalan doa, serta perbaikan bacaan Al-Qur'an. Kegiatan ini tidak hanya sekadar belajar secara kognitif, tetapi juga penanaman nilai-nilai akhlak mulia kepada para peserta sejak usia dini. Pendekatan religius di dalam masjid ini juga diharapkan mampu mempererat ikatan spiritual anak-anak dengan tempat ibadah mereka.
Manajemen kelompok mahasiswa KKM 01 memastikan bahwa seluruh program kerja ini tetap berjalan selaras dengan kebutuhan warga RW 04 Polowijen. Kerjasama yang baik dengan pengurus Masjid Darul Istiqomah menjadi kunci utama keberhasilan jalannya bimbingan belajar ini setiap pekannya. Para mahasiswa secara berkala melakukan evaluasi untuk menyesuaikan metode pengajaran jika terdapat kendala dalam pemahaman materi oleh para siswa. Dukungan logistik dan tempat dari warga lokal semakin memotivasi mahasiswa untuk memberikan pengabdian yang terbaik selama masa tugas mereka di Malang.
Melalui bimbingan belajar yang tertata rapi ini, mahasiswa KKM 01 UIN Malang berharap dapat meninggalkan warisan ilmu yang bermanfaat bagi anak-anak di Polowijen. Program ini tidak hanya sekadar pemenuhan tugas akademik dari kampus, melainkan bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap dunia pendidikan. Semangat belajar yang ditunjukkan oleh para siswa TK hingga SMP menjadi indikator keberhasilan dari tujuan utama program pengabdian ini. Kedepannya, diharapkan pola bimbingan serupa dapat terus dilanjutkan oleh pemuda setempat meskipun masa KKM mahasiswa telah berakhir. Dengan demikian, Masjid Darul Istiqomah akan terus menjadi mercusuar ilmu pengetahuan bagi generasi penerus di lingkungan sekitarnya.