Selama pelaksanaan KKM HIPE 2026, kami memperoleh pengalaman yang sangat berkesan melalui dialog langsung dengan calon jemaah haji, salah satunya Ibu Rochani. Dalam percakapan tersebut, beliau menyampaikan pandangan kritisnya terhadap dunia kesehatan, khususnya terkait industri farmasi.
Ibu Rochani mengungkapkan bahwa beliau memilih lebih mempercayai pengobatan herbal dibandingkan obat-obatan dari industri farmasi. Hal ini didasari oleh ketidakpercayaan beliau terhadap politik bisnis dalam industri farmasi, yang menurut pandangan beliau lebih berorientasi pada keuntungan dibandingkan pada kepentingan kesehatan masyarakat. Persepsi ini terbentuk dari berbagai informasi yang beliau dengar serta pengalaman pribadi dalam menggunakan obat herbal yang dirasa lebih aman dan alami.
Sebagai mahasiswa farmasi, pandangan tersebut menjadi refleksi penting bagi kami. Kami menyadari bahwa sebagian masyarakat masih memandang industri farmasi sebagai entitas bisnis yang sarat kepentingan, sehingga memengaruhi tingkat kepercayaan mereka terhadap obat modern. Dari sini, kami belajar bahwa tantangan dunia farmasi tidak hanya berkaitan dengan pengembangan obat, tetapi juga dengan membangun kepercayaan publik.
Pengalaman berdialog dengan Ibu Rochani mengajarkan kami pentingnya pendekatan yang edukatif, komunikatif, dan empatik. Edukasi tentang obat modern perlu disampaikan secara transparan, tanpa menafikan peran herbal sebagai bagian dari pengobatan tradisional yang telah lama dipercaya masyarakat.
Melalui KKM HIPE 2026, kami memahami bahwa calon jemaah haji memiliki pandangan kritis dan pengalaman hidup yang berharga. Perspektif Ibu Rochani menjadi pelajaran bagi kami untuk menjadi tenaga farmasi yang tidak hanya memahami aspek ilmiah, tetapi juga mampu menjembatani ilmu farmasi dengan nilai, kepercayaan, dan realitas sosial masyarakat.