4 months ago

Panduan Lengkap Digitalisasi Desa Daftar QRIS & Google Maps untuk Bisnis Lokal

Header Image
MUHAMAD FRAN DAHLAN GIBRAN

230605110127 • KKM Reguler Semester Ganjil • G.92

Program digitalisasi desa menjadi salah satu kegiatan utama dalam pelaksanaan KKM Kelompok 92 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Pandanmulyo, Kecamatan Tajinan. Program ini difokuskan pada pendampingan pelaku usaha lokal agar dapat memanfaatkan teknologi digital melalui pembuatan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) dan pendaftaran lokasi usaha di Google Maps.



 



Kegiatan pendampingan pembuatan QRIS dan pendaftaran Google Maps dilaksanakan di berbagai lokasi di Desa Pandanmulyo. Pendampingan dilaksanakan pada Selasa, 27 Januari 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga 15.30 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh para pelaku usaha lokal yang antusias untuk mempelajari cara membuat QRIS sebagai sarana pembayaran digital dan menambahkan lokasi usahanya di Google Maps. Melalui pendampingan ini, peserta tidak hanya diajarkan langkah-langkah teknis, tetapi juga diberikan pemahaman tentang manfaat digitalisasi bagi perkembangan usaha di desa.



 



Program ini menyasar pelaku usaha mikro dan kecil di Desa Pandanmulyo yang sebagian besar masih menjalankan transaksi secara tunai dan belum memiliki identitas digital usaha. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM ingin membantu masyarakat desa beradaptasi dengan perkembangan teknologi, khususnya dalam bidang pembayaran digital dan pemasaran online.



 



Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM Kelompok 92 membantu masyarakat memahami manfaat penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran yang mudah, cepat, dan aman. Selain itu, peserta juga diajarkan langkah-langkah membuat akun usaha di aplikasi mitra bank, melakukan aktivasi QRIS, hingga mencetak kode QR yang siap digunakan oleh pembeli.



Sementara pada sesi lain, mahasiswa mendampingi pelaku usaha dalam menambahkan lokasi usahanya ke Google Maps, mulai dari pembuatan akun Google Business Profile, pengisian data alamat, kategori usaha, hingga verifikasi lokasi.



 



Proses pendampingan dilakukan dengan metode belajar langsung (hands-on) dan pendekatan personal agar setiap peserta dapat memahami tahapan dengan baik. Mahasiswa juga menyediakan contoh praktik langsung, seperti memindai QRIS untuk simulasi transaksi dan melihat cara bisnis tampil di Google Maps setelah diverifikasi.



 



Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat Desa Pandanmulyo, terutama oleh para pelaku UMKM dan pemilik warung yang mulai merasakan manfaat digitalisasi. Mereka merasa lebih mudah menerima pembayaran tanpa uang tunai serta senang karena usaha mereka kini dapat ditemukan dengan mudah oleh pembeli melalui pencarian di Google Maps.



 



Melalui kegiatan digitalisasi ini, mahasiswa KKM Kelompok 92 berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendorong ekonomi desa menuju era digital. Program ini tidak hanya membantu pelaku usaha meningkatkan efisiensi dan jangkauan pasar, tetapi juga menjadi langkah awal menuju desa yang lebih modern dan berdaya saing.



Dengan adanya QRIS dan Google Maps, diharapkan Desa Pandanmulyo dapat menjadi contoh desa cerdas (smart village) yang mampu memanfaatkan teknologi untuk kesejahteraan masyarakatnya.