12 months ago

Parentalk & Ramadhan Fest 2025 : Momen Edukatif dan Kebersamaan Mahasiswi PIAUD UIN Malang Bersama Warga Permata Regency.

Header Image
SHELLA AVISKA

220105110019 • KKM MBKM & Pengabdian Lain • G.306

Parentalk & Ramadhan Fest 2025: Momen Edukatif dan Kebersamaan Mahasiswa PIAUD UIN Malang Bersama Warga Permata Regency.



Malang Maret 2025 – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan kegiatan bertajuk "Parentalk & Ramadhan Fest 2025" di kawasan Perumahan Permata Regency. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan program Asistensi Mengajar dan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) yang bertujuan untuk mengasah keterampilan mahasiswa sekaligus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.



Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias dari warga RW 12, guru-guru PAUD, serta para orang tua. Momen ini menjadi sarana untuk saling belajar, berbagi, dan mempererat hubungan antara mahasiswa, masyarakat, serta lembaga pendidikan anak yang ada di lingkungan perumahan tersebut.



Parentalk: “Mengubah Amarah Jadi Ceria: Rahasia Mendidik Anak dengan Cinta dan Konsistensi ”



Acara seminar parenting bertajuk “Parentalk: Bincang Perkembangan Anak” menjadi inti dari kegiatan edukatif yang digelar oleh mahasiswa PIAUD UIN Malang. Seminar ini menghadirkan narasumber Akhmad Mukhlis, S.Psi., M.A., seorang dosen sekaligus Ketua Program Studi PIAUD yang dikenal aktif dalam bidang psikologi anak dan pendidikan keluarga.



Dengan tema “Mengubah Amarah Jadi Ceria: Rahasia Mendidik Anak dengan Cinta dan Konsistensi” beliau membawakan materi yang sangat relevan dengan realita sehari-hari yang dihadapi para orang tua. Dalam pemaparannya, Bapak Akhmad Mukhlis mengajak peserta untuk merenungkan kembali peran mereka sebagai orang tua, yang tak hanya bertugas untuk menegakkan aturan, tetapi juga hadir sebagai figur yang penuh cinta dan mampu mengelola emosi.



“Orang tua adalah tempat pertama anak belajar tentang dunia, maka penting bagi kita untuk menjadi teladan yang sabar dan konsisten. Jangan sampai emosi sesaat justru merusak hubungan yang sudah dibangun,” ungkapnya.



Dalam suasana yang hangat dan interaktif, para peserta diberi pemahaman bahwa mengasuh anak bukan semata-mata soal memberi perintah atau melarang, tetapi lebih pada bagaimana mendampingi proses tumbuh kembang anak dengan penuh kesadaran dan ketenangan. Beliau menekankan pentingnya konsistensi dalam pola pengasuhan, karena inkonsistensi akan membingungkan anak dan membuatnya sulit memahami mana perilaku yang benar.



Salah satu poin penting yang disampaikan adalah bahwa amarah orang tua yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadi luka psikologis yang membekas pada anak. Oleh karena itu, orang tua perlu mengenali emosi dalam dirinya terlebih dahulu sebelum merespons perilaku anak.



Pentingnya Repairing: Memperbaiki Emosi Anak dengan Cinta



Salah satu metode yang diperkenalkan oleh Bapak Akhmad Mukhlis dalam seminar ini adalah repairing, yaitu proses memperbaiki keadaan setelah anak mengalami kemarahan. Ini penting karena jika emosi negatif tidak dikelola dengan baik, itu bisa menumpuk dan membuat anak sulit mengontrol perasaannya di masa depan.



 



Adapun langkah-langkah dalam repairing yang dijelaskan oleh pemateri adalah sebagai berikut:



1. Kembali ke kejadian yang membuat anak marah



• Tanyakan kepada anak apa yang membuatnya marah.



• Bantu mereka memahami situasi dengan sudut pandang yang lebih positif.



2. Berada pada posisi anak



• Dengarkan perasaan anak dengan penuh perhatian.



• Jelaskan dengan lembut bahwa perasaan marah itu wajar, tetapi harus disalurkan dengan cara yang benar.



3. Meminta maaf sebagai orang tua



• Jika orang tua sebelumnya marah berlebihan, jangan ragu untuk meminta maaf.



• Hal ini akan mengajarkan anak bahwa meminta maaf adalah tanda kedewasaan, bukan kelemahan.



4. Jangan membebankan amarah pada anak



• Hindari kata-kata seperti “Kamu tidak boleh marah!” karena itu akan membuat anak merasa tidak dimengerti.



• Lebih baik katakan, “Seharusnya Bunda tidak semarah itu kemarin. Bunda juga belajar mengontrol emosi.”



Mengatasi Amarah Anak Sebelum Tidur



Dalam seminar ini, Bapak Akhmad Mukhlis juga menekankan pentingnya menyelesaikan emosi negatif sebelum anak tidur.



“Amarah yang tidak terselesaikan akan menjadi ‘sampah emosional’ dalam diri anak. Jika terus menumpuk, anak akan kesulitan menghapusnya dan berisiko tumbuh dengan perasaan tidak nyaman,” ungkapnya.



Materi ini disampaikan dengan gaya bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, dilengkapi dengan contoh-contoh situasi yang sering terjadi di rumah. Tak heran jika para peserta terlihat sangat antusias, bahkan beberapa dari mereka menyampaikan bahwa seminar ini membuka cara pandang baru tentang bagaimana memperlakukan anak secara lebih bijak dan mendidik.



Kegiatan ini bukan hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga refleksi bersama bagi para orang tua dan pendidik untuk terus belajar dan memperbaiki pola asuh. Di tengah tantangan zaman yang makin kompleks, pendekatan yang penuh cinta dan kesadaran dalam mendidik anak adalah kunci mencetak generasi yang sehat secara mental dan spiritual.



 



 



 



Ramadhan Fest: Kolaborasi Mahasiswa dan Warga RW 12 yang Penuh Kebersamaan



Tak hanya menghadirkan edukasi melalui seminar parenting, kegiatan ini juga dimeriahkan oleh rangkaian acara bertajuk “Ramadhan Fest”, yang menjadi wadah untuk mempererat hubungan sosial antara mahasiswa, warga RW 12, serta lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD, TK, dan TPQ) di lingkungan Permata Regency.



Ramadhan Fest merupakan bentuk nyata dari implementasi program Asistensi Mengajar dan KKM, di mana mahasiswa terlibat aktif dalam merancang, berkolaborasi, dan melaksanakan kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dalam hal ini, semangat kebersamaan, ekonomi lokal, dan apresiasi terhadap anak-anak usia dini.



Dua kegiatan utama dalam Ramadhan Fest yang paling menarik perhatian adalah:



Bazar Makanan Ramadhan: Ekonomi Kreatif yang Menghidupkan Suasana



Suasana sore di sekitar area Permata Regency tampak begitu hidup saat berbagai stand makanan mulai berdiri menjelang waktu berbuka. Dalam kegiatan Bazar Ramadhan, mahasiswa bersama warga RW 12 membuka lapak-lapak sederhana yang menjajakan aneka takjil dan makanan berat. Mulai dari es buah, kolak, kue basah, gorengan, hingga nasi kotak siap santap, semuanya disajikan dengan penuh antusias.



Kegiatan ini bukan sekadar jual beli makanan, tetapi juga sarana pemberdayaan masyarakat. Banyak warga yang merasa terbantu, baik secara ekonomi maupun sosial, karena mendapat kesempatan berjualan dan terlibat langsung dalam kegiatan Ramadhan yang positif. Bazar ini juga menjadi ajang interaksi antara mahasiswa dan masyarakat dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban.



Penampilan Anak-anak TPQ dan TK: Panggung Ekspresi dan Apresiasi



Tak kalah menarik, anak-anak dari berbagai TPQ dan TK di lingkungan Permata Regency ikut memeriahkan acara melalui penampilan sederhana namun penuh makna. Mereka menampilkan hafalan surat pendek, doa-doa harian, hingga gerak dan lagu Islami yang dibawakan dengan penuh semangat dan senyum ceria.



Penampilan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap proses pendidikan anak usia dini yang selama ini berlangsung di rumah maupun di lembaga mereka. Bagi para orang tua dan guru, momen ini menjadi ajang melihat langsung perkembangan anak-anak mereka, serta menjadi pengingat bahwa pendidikan akhlak dan keislaman dapat tumbuh subur melalui kegiatan yang menyenangkan.



Ramadhan Fest bukan hanya acara seremonial, tetapi juga sebuah jembatan penghubung antara dunia kampus dan kehidupan warga. Kegiatan ini menunjukkan bahwa mahasiswa bukan hanya belajar untuk diri mereka sendiri, tapi juga memberi dampak positif bagi lingkungan di sekitarnya. Lewat bazar dan panggung anak-anak, nilai kebersamaan dan pendidikan yang menyenangkan benar-benar terasa dalam suasana Ramadhan yang hangat dan penuh berkah.



Belajar Langsung di Tengah Masyarakat



Kegiatan “Parentalk & Ramadhan Fest 2025” ini juga menjadi bagian penting dari program Asistensi Mengajar dan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) yang dijalankan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam kegiatan ini, mahasiswa diberikan kesempatan untuk praktik langsung di lapangan, berinteraksi dengan masyarakat, dan mengaplikasikan ilmu yang telah mereka pelajari di kampus dalam kehidupan nyata.



Mahasiswa PIAUD terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan yang langsung memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar, seperti mengadakan seminar parenting, bazar makanan, serta berbagai kegiatan edukatif untuk anak-anak. Mereka berinteraksi dengan orang tua, anak-anak, dan tokoh masyarakat, serta bekerja sama dengan lembaga pendidikan anak usia dini di lingkungan Permata Regency.



Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teori di kampus, tetapi juga mengembangkan kemampuan praktis yang sangat diperlukan di dunia pendidikan, seperti empati, kepemimpinan, komunikasi, dan keterampilan dalam merancang kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Mereka belajar untuk mendengarkan dan memahami tantangan yang dihadapi masyarakat, serta mencari solusi bersama. Pengalaman ini menjadi bekal yang sangat berharga bagi mereka sebagai calon pendidik yang akan mengabdikan diri untuk menciptakan perubahan positif di lingkungan mereka.



Menjadi Pengalaman Berharga



“Parentalk & Ramadhan Fest 2025” memberikan pengalaman yang berkesan tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi masyarakat yang terlibat. Kegiatan ini menyatukan nilai-nilai kebersamaan, pendidikan, dan semangat Ramadhan, menciptakan suasana yang penuh makna dan menginspirasi.



Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi pelajaran berharga tentang bagaimana mengaplikasikan ilmu yang didapatkan di bangku kuliah dalam kehidupan nyata, dan bagaimana berkolaborasi dengan masyarakat untuk menciptakan dampak yang positif. Sementara bagi warga, ini merupakan kesempatan untuk merasakan langsung manfaat dari pendidikan dan pengabdian mahasiswa, serta mempererat tali silaturahmi dengan sesama warga.



Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi awal dari kolaborasi yang lebih kuat antara kampus dan masyarakat, serta menjadi contoh konkret bagaimana pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pengabdian seperti ini, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih peduli terhadap perkembangan anak-anak, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekitar.



Dengan semangat Ramadhan yang penuh keberkahan, diharapkan kegiatan ini bisa berlanjut dan berkembang lebih besar, memberikan manfaat yang lebih luas lagi di masa yang akan datang. Semoga kegiatan ini juga menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus aktif mengabdikan diri kepada masyarakat dan berkontribusi pada kemajuan pendidikan di Indonesia.