1 year ago

Parenting Positif: Membentuk Generasi Cerdas dan Berkarakter di Desa Sidorejo

Header Image
AGISTHA DWI HAPSARI

220401110187 • KKM Reguler Semester Ganjil 2024/2025 • G.166

Pada tanggal 12 Januari 2025, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, Kelompok 166, menyelenggarakan kegiatan bertajuk "Mengenal Pengasuhan Positif" di Desa Sidorejo, Dusun Glongsor Kidul, Kabupaten Malang. Acara ini berlangsung di rumah Ibu Mujiati Selaku ibu ketua RT 07, bertepatan dengan pertemuan rutin ibu-ibu PKK setempat. Kegiatan ini dihadiri oleh ibu-ibu yang antusias untuk belajar dan berdiskusi mengenai cara membangun pola pengasuhan yang lebih baik dan mendukung tumbuh kembang anak.



Dalam kesempatan ini, mahasiswa KKM memperkenalkan konsep pengasuhan positif sebagai pendekatan yang lebih manusiawi dan mendukung perkembangan anak secara emosional maupun intelektual. Pengasuhan positif menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka, apresiasi atas usaha anak, dan penerapan disiplin yang jauh dari kekerasan. Pendekatan ini dinilai mampu membangun rasa percaya diri anak, menanamkan nilai-nilai moral, dan menciptakan hubungan keluarga yang harmonis.



Acara dimulai dengan sambutan dari Ibu Sutiari selaku ketua PKK Sumber Wuluh Desa Sidorejo, yang menyampaikan rasa terima kasih kepada mahasiswa KKM atas inisiatif mereka. Selanjutnya, materi utama disampaikan oleh perwakilan mahasiswa dengan gaya yang interaktif. Ibu-ibu diajak untuk mendalami tantangan-tantangan umum dalam pengasuhan sehari-hari, seperti menghadapi kenakalan anak, menjaga kesabaran, dan memberikan arahan yang membangun. Pembahasan ini tidak hanya memberikan wawasan baru, tetapi juga mendorong ibu-ibu untuk mencoba pendekatan yang lebih positif dalam mendidik anak-anak mereka.



Dalam sesi yang penuh keakraban, Bu Sutiari berbagi cerita tentang pengalamannya membesarkan anak-anak hingga dewasa. Beliau menceritakan bagaimana rumah yang dulu ramai dengan tawa dan canda kini terasa sepi karena anak-anaknya telah menikah dan hidup mandiri. "Saya dulu sering merasa cape ngurus anak, tapi sekarang saya rindu semua kerepotan itu. Saya ingin mengingatkan ibu-ibu semua, selagi anak-anak masih kecil, beri mereka cinta dan perhatian sebanyak-banyaknya. Waktu itu tidak akan terulang," katanya dengan mata berkaca-kaca. Cerita ini membuat suasana menjadi haru,.



Sebagai tambahan, para peserta diberikan panduan sederhana berupa brosur yang berisi langkah-langkah praktis untuk menerapkan pengasuhan positif di rumah. Brosur ini mencakup berbagai tips, seperti pentingnya membangun kebiasaan mendengarkan aktif, memberikan apresiasi yang spesifik terhadap usaha anak, dan menetapkan aturan rumah yang konsisten namun tetap fleksibel. Ibu-ibu terlihat antusias membaca brosur tersebut dan beberapa bahkan langsung bertanya tentang cara menerapkan langkah-langkah tersebut dalam situasi sehari-hari.



Pada sesi akhir, ibu-ibu diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan seputar pengasuhan. Banyak yang mengungkapkan rasa syukur atas ilmu baru yang mereka dapatkan, dan beberapa ibu bahkan menyatakan harapan agar kegiatan serupa dapat dilakukan lebih sering di Desa Sidorejo. Setelah sesi tanya jawab, acara ditutup dengan ucapan terima kasih dari mahasiswa KKM kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini, terutama ibu-ibu PKK yang telah menyambut mereka dengan hangat. Sebagai penutup, diadakan sesi foto bersama antara mahasiswa KKM, Ketua PKK, dan seluruh peserta. Foto ini menjadi kenang-kenangan manis dari acara yang penuh makna tersebut. Semangat berbagi ilmu ini diharapkan dapat terus tumbuh, menciptakan hubungan yang erat antara mahasiswa dan masyarakat dalam mewujudkan generasi yang lebih baik di masa depan.