12 months ago

Parenting Sehat dimulai dari Rumah: Gizi Tepat dan Gigi Terawat sejak kecil

Header Image
SHAFA MARISKA

220104110112 • KKM MBKM & Pengabdian Lain • G.335

Lamongan, 09 Mei 2025 kami menggelar seminar parenting sebagai program kerja kuliah mahasiswa. Dalam program KKM bertema parenting yang kami jalani bersama, kami mengadakan kegiatan edukatif di TK Dharma Wanita, Lamongan. Kegiatan ini berlangsung dalam bentuk seminar interaktif yang dihadiri oleh seluruh wali murid kelas TK B. Kami mengangkat topik penting tentang pemenuhan gizi seimbang dan kesehatan gigi anak usia dini.



Di usia dini, anak-anak sedang membentuk fondasi penting bagi masa depan mereka—baik secara fisik, mental, maupun sosial. Namun, tidak sedikit orang tua yang menganggap remeh hal-hal dasar seperti pemenuhan gizi dan perawatan gigi. Dari kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) yang saya ikuti, saya belajar langsung bahwa edukasi mengenai hal ini masih sangat dibutuhkan. Parenting sehat tidak harus rumit, tetapi harus dimulai dari rumah, dari hal-hal kecil yang konsisten: makan bergizi, menyikat gigi, dan perhatian orang tua.



Parenting sehat bukan hanya soal menyediakan makanan dan tempat tinggal, tetapi tentang membentuk kebiasaan baik yang akan tertanam seumur hidup. Ini mencakup pola makan, kebersihan diri, gaya hidup aktif, dan interaksi emosional yang positif. Sayangnya, masih banyak orang tua yang menganggap bahwa hal-hal tersebut akan “datang dengan sendirinya” seiring waktu, padahal kenyataannya, kebiasaan dibentuk—bukan diwariskan.



Berdasarkan interaksi langsung dengan para wali murid, kami menemukan bahwa masih banyak kebiasaan keliru yang dilakukan tanpa sadar, seperti memberi makanan tinggi gula secara rutin atau belum membiasakan anak menyikat gigi dua kali sehari. Para orang tua terlihat antusias saat sesi diskusi berlangsung, banyak yang bertanya dan berbagi pengalaman tentang tantangan dalam menerapkan pola asuh sehat di rumah. 



Gizi yang baik adalah pondasi utama tumbuh kembang anak. Kekurangan zat gizi bisa menyebabkan anak mudah sakit, lemas, susah fokus, bahkan berdampak pada kemampuan berpikir jangka panjang. Gizi seimbang bukan berarti mahal. Sayur-sayuran lokal, protein dari tempe, telur, ikan, serta buah musiman bisa disusun menjadi pola makan yang sehat.



Kami mengajak para ibu membuat “Piring Makanku” dengan contoh menu harian. Ternyata, banyak yang baru menyadari bahwa nasi dengan lauk saja belum cukup. Tambahan sayur dan buah sangat penting untuk melengkapi vitamin dan serat yang dibutuhkan tubuh. 



Gigi rusak di usia dini sering dianggap sepele. Padahal, infeksi pada gigi bisa memengaruhi nafsu makan, kualitas tidur, bahkan bicara anak. Belum lagi dampak psikologis jika anak merasa malu tersenyum karena giginya rusak.



Membentuk kebiasaan baik tidak harus dimulai dengan hal besar. Konsistensi jauh lebih penting. Misalnya, menetapkan jam makan teratur, menyikat gigi sebelum tidur bersama, atau melibatkan anak saat memilih sayur di pasar bisa jadi langkah awal yang kuat.



Orang tua adalah guru pertama dan utama bagi anak. Anak tidak akan menyikat gigi kalau tidak melihat orang tuanya melakukan hal yang sama. Anak tidak akan suka makan sayur kalau tidak pernah disajikan dan diperkenalkan secara menyenangkan. 



Program KKM kami hanya bagian kecil dari usaha menyadarkan pentingnya membentuk kebiasaan baik sejak dini. Namun, kami percaya bahwa setiap edukasi, sekecil apa pun, bisa berdampak besar bila diteruskan di rumah.



Gizi tepat dan gigi terawat bukan hanya soal kesehatan, tapi soal masa depan. Anak-anak yang sehat akan tumbuh menjadi generasi yang kuat—bukan hanya secara fisik, tapi juga mental dan karakter.





 klik disini