5 months ago

Partisipasi KKM Kelompok 71 Mandhaloka dalam Pengamanan Ibadah Natal di Gereja Santo Yusup, Desa Kluwut, Kec. Wonosari, Kab. Malang

Header Image
ZAENAL ABIDIN

230301110067 • KKM Reguler Semester Ganjil • G.71

Wonosari, Malang — Selama pelaksanaan ibadah Natal di Gereja Santo Yusup, Desa Kluwut, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 71 Mandhaloka turut terlibat dalam kegiatan pengamanan pada 24 dan 25 Desember 2025.



Kegiatan pengamanan ini dilaksanakan di area depan Gereja Santo Yusup sebagai titik utama keluar masuk jemaat. Penjagaan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan ibadah Natal berjalan aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh umat yang hadir.



Pada malam 24 Desember 2025, sebanyak lima mahasiswa KKM Kelompok 71 Mandhaloka berjaga bersama pihak Kepolisian, Koramil, Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dan aparat lainnya. Para mahasiswa membantu memantau arus jemaat serta menjaga situasi di sekitar pintu utama gereja selama misa malam Natal berlangsung.



Kegiatan serupa kembali dilaksanakan pada pagi hari, 25 Desember 2025. Pada kesempatan ini, empat mahasiswa KKM Kelompok 71 Mandhaloka kembali bertugas di depan gereja bersama aparat dan Satlinmas. Meskipun jumlah mahasiswa lebih sedikit, koordinasi pengamanan tetap berjalan baik dan situasi di sekitar gereja terpantau aman hingga ibadah selesai.



Setelah seluruh rangkaian ibadah Natal berakhir, mahasiswa KKM dan jemaat saling bersalaman sebagai bentuk kebersamaan dan penghormatan. Pihak Gereja Santo Yusup juga mempersilakan para petugas dan mahasiswa untuk menikmati hidangan yang telah disediakan. Makanan yang disajikan dipastikan halal sehingga dapat dikonsumsi dengan nyaman oleh seluruh pihak yang bertugas.



Melalui keterlibatan dalam pengamanan ibadah Natal ini, mahasiswa KKM Kelompok 71 Mandhaloka tidak hanya menjalankan peran menjaga keamanan, tetapi juga memperkuat hubungan sosial dengan masyarakat lintas agama di Desa Kluwut. Kegiatan ini menjadi bagian dari praktik nyata toleransi dan kerja sama di tingkat lokal, yang tumbuh dari interaksi langsung dan kehadiran bersama di tengah masyarakat.