3 months ago

Pelajaran Investasi Kesehatan dari Calon Jamaah Haji

Header Image
AHMAD NAUFAL HIBATULLAH

220703110108 • KKM Unggulan Fakultatif • G.224

Kalau ada satu momen KKN yang nggak bakal pernah saya lupakan, pasti itu pagi di mana kami, mahasiswa yang umur rata-rata 21 tahun, ngos-ngosan ditinggal lari sama pasangan suami istri pensiunan calon jamaah haji. Kami pikir kegiatan lari pagi ringan, eh beliau ngajak road run 8 kilometer dengan rute berbukit di kota batu.



Awalnya kami mahasiswa pada pede. Ternyata, di kilometer ketiga, napas kami sudah seperti mesin rusak, kaki serasa tertambat. Sementara suami dari calon jaamaah haji kami yang sama sama seorang pensiunan, dengan langkah mantap dan napas teratur, tetap di depan. Beliau sesekali berhenti, tersenyum, dan memberi semangat, “Pelan-pelan saja, yang penting konsisten. Saya juga mulai dari jalan pelan.”



Di puncak bukit, sambil menikmati view dan mereguk air mineral, beliau berbagi cerita. "Saya sudah rutin lari sejak jadi mahasiswa dulu", katanya sambil tersenyum. Kegiatan lari itu tidak pernah benar-benar berhenti; ia menjadi ritual pagi yang setia, melewati berbagai fase hidup: mulai kerja, menikah, punya anak, hingga pensiun. "Olahraga ini seperti sahabat lama. Karena sudah terbiasa dari muda, sekarang di usia segini badan justru minta diajak gerak. Dan Alhamdulillah, dengan kondisi ini, saya bisa mendaftar haji tanpa kuatir soal fisik."



Momen itu seperti tamparan yang membuka mata kami: 



1. Investasi Kesehatan itu Dimulai dari SEKARANG, dan Dipelihara SELAMANYA. Calon Jamaah Haji kami adalah bukti hidup bahwa kebiasaan baik sejak muda adalah aset tak ternilai di masa tua. Bukan cuma tentang "bisa lari 8 km", tapi tentang memiliki quality of life yang luar biasa di usia pensiun.



2. Konsistensi itu Membentuk Identitas. Bagi beliau, lari bukan lagi sekadar hobi atau kewajiban. Itu sudah menjadi bagian dari identitas dan gaya hidup yang menjaga keseimbangan fisik dan mentalnya selama puluhan tahun.



3. Kami, Generasi Muda, Justru yang Tertinggal. Ironisnya, kami yang secara biologis lebih "muda" justru kelelahan karena pola hidup yang tidak teratur: begadang, junk food, dan olahraga hanya saat ada mood.



4. Tujuan yang Mulia Memperkuat Ritual. Persiapan haji menjadi ultimate goal yang memperkuat komitmennya, tetapi fondasinya telah dibangun puluhan tahun sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa investasi kesehatan memiliki manfaat berlapis: untuk kehidupan sehari-hari yang prima, dan untuk menggapai impian besar di usia lanjut.



Jadi, pesan utama dari Pasangan suami istri calon jamaah haji ini sangat jelas: Kamu tidak akan menyesal menjaga kesehatan saat muda. Kamu akan sangat menyesal jika mengabaikannya. Beliau tidak hanya mempersiapkan diri untuk perjalanan ke Tanah Suci, tetapi juga telah menyelesaikan "perjalanan" konsistensi seumur hidup dengan gemilang. Dan itu, adalah ibadah itu sendiri.