3 months ago

Pelaksanaan Sosialisasi Pengurusan Jenazah sebagai Upaya Peningkatan Fardhu Kifayah Masyarakat

Header Image
ABDUL THORIQ AZZIAT

230201110131 • KKM Reguler Semester Ganjil • G.113

Desa Gadang, Kec. Sukun, Kab. Malang-- (01/02/26), Masjid Jami' Ali Musthofa menjadi tempat terselenggaranya kegiatan sosialisasi pengurusan jenazah yang diinisiasi oleh mahasiswa KKM Kelompok 113 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan ini menghadirkan Bapak Solichin sebagai narasumber utama yang memiliki pengalaman dan pemahaman mendalam terkait tata cara pengurusan jenazah sesuai syariat Islam. Sosialisasi ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa KKM terhadap pentingnya edukasi keagamaan praktis di tengah masyarakat. Tema yang diangkat sangat relevan dengan kebutuhan umat, mengingat pengurusan jenazah merupakan kewajiban fardhu kifayah. Kehadiran warga yang cukup antusias menunjukkan bahwa topik ini memang dibutuhkan. Suasana masjid terasa khidmat sejak awal kegiatan hingga akhir acara. 



Dalam pemaparannya, Bapak Solichin menjelaskan bahwa pengurusan jenazah tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai keikhlasan dan tanggung jawab sosial. Beliau menekankan bahwa setiap muslim seharusnya memiliki pengetahuan dasar mengenai tata cara merawat jenazah. Hal ini penting agar masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada segelintir orang saja. Selain itu, pemahaman yang benar dapat mencegah kesalahan-kesalahan yang sering terjadi dalam praktik di lapangan. Penjelasan disampaikan dengan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh seluruh lapisan jamaah. Peserta terlihat menyimak dengan penuh perhatian sejak awal sesi.



Materi pertama yang disampaikan adalah tata cara memandikan jenazah sesuai tuntunan syariat Islam. Bapak Solichin menjelaskan secara runtut mulai dari niat, persiapan alat, hingga adab yang harus dijaga selama proses pemandian. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga kehormatan jenazah sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada sesama muslim. Dalam penjelasannya, narasumber mencontohkan langkah-langkah praktis yang sering dilakukan di masyarakat. Beberapa kesalahan umum juga turut dibahas agar tidak terulang kembali. Penyampaian yang sistematis membuat peserta lebih mudah membayangkan praktik sebenarnya.



Setelah itu, materi dilanjutkan dengan pembahasan tentang proses mengkafani jenazah. Bapak Solichin menjelaskan jumlah dan jenis kain kafan yang digunakan, baik untuk jenazah laki-laki maupun perempuan. Ia juga menguraikan urutan mengkafani secara benar sesuai sunnah Rasulullah SAW. Penjelasan disertai dengan penekanan pada kesederhanaan dan tidak berlebihan dalam penggunaan kain kafan. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat memahami bahwa esensi mengkafani adalah menutup aurat dan menjaga kehormatan jenazah. Peserta tampak semakin tertarik karena materi ini jarang dipraktikkan secara langsung oleh sebagian besar warga. 



Kegiatan sosialisasi ini tidak hanya bersifat satu arah, tetapi juga diselingi dengan sesi tanya jawab. Beberapa peserta mengajukan pertanyaan terkait kondisi-kondisi khusus yang sering terjadi dalam pengurusan jenazah. Bapak Solichin menjawab setiap pertanyaan dengan sabar dan argumentasi yang jelas berdasarkan dalil serta pengalaman praktik. Interaksi ini menciptakan suasana yang hidup dan dialogis. Mahasiswa KKM Kelompok 113 turut berperan aktif dalam membantu jalannya diskusi. Kehangatan antara narasumber, peserta, dan panitia terasa sepanjang kegiatan berlangsung.



Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berharap masyarakat memiliki bekal pengetahuan yang cukup untuk menghadapi situasi kedukaan di lingkungan sekitarnya. Sosialisasi ini menjadi salah satu bentuk pengabdian nyata mahasiswa kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat fungsi masjid sebagai pusat edukasi dan pemberdayaan umat. Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah ritual, tetapi juga ruang belajar keislaman yang aplikatif. Nilai kebersamaan dan kepedulian sosial menjadi pesan penting yang ingin ditanamkan. Kegiatan ini sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa KKM dan warga setempat.