Pelatihan Al-Qur’an Braille hari kedua kembali dilaksanakan pada Selasa, 30 Desember 2025, bertempat di TPQ Nashruddin. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari rangkaian pelatihan Al-Qur’an Braille yang bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar mengenai sistem tulisan Braille. Pelatihan ini menyasar peningkatan kapasitas peserta dalam mendukung pembelajaran Al-Qur’an yang inklusif. Kegiatan tersebut dipandu langsung oleh Ustadz Drs. Zonny sebagai pemateri utama. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan kondusif.
Pada sesi awal pelatihan, peserta mendapatkan materi pengenalan dan pendalaman angka-angka dalam alfabet Braille. Materi disampaikan secara sistematis agar peserta memahami pola titik serta kaidah penulisan angka Braille dengan benar. Ustadz Zonny menjelaskan fungsi dan penggunaan angka Braille dalam konteks pembelajaran Al-Qur’an Braille. Peserta juga diberikan contoh penulisan angka secara langsung. Hal ini bertujuan agar peserta dapat memahami materi secara teoritis maupun praktis.
Peserta pelatihan yang terdiri atas guru-guru TPQ dan mahasiswa KKM mengikuti kegiatan dengan antusias dan penuh perhatian. Setelah sesi pemaparan materi, peserta diarahkan untuk mempraktikkan penulisan alfabet Braille. Praktik dilakukan dengan memanfaatkan alat-alat Braille yang telah disediakan oleh panitia. Adapun alat tersebut meliputi papan Braille, stylus, dan kertas khusus Braille. Selama praktik berlangsung, peserta saling berdiskusi dan bertukar pengalaman.
Pada sesi praktik lanjutan, peserta belajar menulis alfabet Braille secara bertahap dan terstruktur. Peserta dilatih untuk menempatkan titik-titik Braille sesuai dengan pola huruf yang telah dipelajari. Ustadz Zonny secara aktif mendampingi dan memberikan arahan kepada peserta. Kesalahan penulisan yang ditemukan langsung diperbaiki agar peserta memahami teknik penulisan yang benar. Pendampingan ini membantu peserta meningkatkan ketelitian dan keterampilan menulis Braille.
Melalui pelaksanaan pelatihan Al-Qur’an Braille day 2 ini, diharapkan peserta memiliki pemahaman dasar yang lebih kuat mengenai tulisan Braille. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran di TPQ maupun program pengabdian mahasiswa KKM. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen bersama dalam mendukung pendidikan Al-Qur’an yang inklusif. Pelatihan ini juga diharapkan mampu membuka akses pembelajaran Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas netra. Ke depan, kegiatan serupa direncanakan untuk terus dikembangkan.