2 months ago

Pelatihan Ecoenzym dan Kompos Bersama Perangkat Desa dan Ibu PKK

Header Image
LARASATI

230401110252 • KKM Reguler Semester Ganjil • G.42

Pada 29 Januari 2026, KKM 42 Narakarya UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan pelatihan pembuatan ecoenzym dan seminar kompos di Balai Desa Dengkol bersama perangkat desa dan ibu-ibu PKK. Kegiatan ini bertujuan mendorong pengelolaan lingkungan yang lebih ramah dan berkelanjutan.



Mahasiswa menjelaskan manfaat ecoenzym dan kompos sebagai alternatif pupuk alami pengganti pupuk kimia di area BUMDes, sekaligus solusi atas kebiasaan pembakaran daun kering dengan mengolahnya menjadi kompos yang berguna bagi pertanian.



Kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan ecoenzym secara langsung dan berlangsung interaktif. Program ini diharapkan menambah pengetahuan masyarakat tentang pengolahan sampah organik serta mendukung kepedulian lingkungan dan pemberdayaan warga Desa Dengkol.


2 months ago

Pelatihan Ecoenzym dan Kompos Bersama Perangkat Desa dan Ibu PKK

Header Image
AHMAD FAHRI ABDUL WAHAB

230607110010 • KKM Reguler Semester Ganjil • G.42

Desa Dengkol, 29 Januari 2026 - Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 42 Narakarya UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan pelatihan/workshop pembuatan ecoenzym serta seminar mengenai pembuatan kompos yang bertempat di aula balai desa Dengkol yang dihadiri oleh perangkat desa dan ibu-ibu PKK Desa Dengkol. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa KKM dalam mendorong pengelolaan lingkungan yang lebih ramah dan berkelanjutan. Dua program kerja tersebut dipilih berdasarkan kondisi lingkungan di sekitar wilayah desa, khususnya kawasan Bumdes.



Pelatihan diawali dengan pemaparan materi yang disampaikan oleh anggota KKM 42 Narakarya mengenai pengertian dan manfaat ecoenzym, serta penjelasan tentang kompos sebagai alternatif pengelolaan sampah organik. Dalam pemaparannya, mahasiswa menjelaskan bahwa selama ini pupuk yang digunakan di Bumdes masih berbasis kimia, sehingga ecoenzym dan kompos diharapkan dapat menjadi alternatif pupuk alami yang lebih ramah lingkungan.



Selain itu, mahasiswa juga menyoroti permasalahan lingkungan lainnya, yaitu kebiasaan pembakaran sampah daun kering di sekitar kawasan Bumdes. Melalui seminar kompos ini, mahasiswa menginisiasi solusi dengan mengolah daun-daun kering tersebut menjadi kompos, sehingga dapat mengurangi pembakaran sampah sekaligus menghasilkan produk yang bermanfaat bagi pertanian dan lingkungan desa.



Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan demo pembuatan ecoenzym. Perwakilan dari mahasiswa KKM terlebih dahulu menjelaskan dan memperagakan langkah-langkah pembuatan ecoenzym secara langsung di hadapan peserta. Suasana kegiatan berlangsung interaktif, di mana peserta aktif bertanya dan terlibat dalam setiap tahapan praktik. Melalui pelatihan dan seminar ini, diharapkan perangkat desa dan ibu-ibu PKK dapat memperoleh pengetahuan baru mengenai pengelolaan sampah organik serta pemanfaatannya menjadi produk yang bernilai guna. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi KKM 42 Narakarya dalam mendukung kepedulian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat Desa Dengkol.