2 months ago

Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk Anak Stunting

Header Image
ASMAUL HUSNA

230503110080 • KKM Reguler Semester Ganjil • G.95

Malang — Mahasiswa KKM Kelompok 95 Arunika melaksanakan program pembagian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak-anak yang mengalami stunting di Dusun Busu, Desa Slamparejo, pada Rabu (21/01/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian mahasiswa terhadap permasalahan gizi dan kesehatan anak di wilayah pedesaan.



Program ini bermula dari inisiatif salah satu anggota kelompok KKM setelah mendengarkan cerita dari Bu Angel, istri Kepala Dusun sekaligus Kader Kesehatan Dusun Busu, mengenai kondisi beberapa anak yang mengalami stunting. Dari diskusi tersebut, mahasiswa KKM bersepakat untuk mengadakan kegiatan PMT sebagai upaya sederhana namun bermakna dalam mendukung pemenuhan gizi anak.



Menu PMT yang disiapkan terdiri dari nasi, sayur capcay, ayam goreng, buah pisang, dan susu sapi. Seluruh makanan dikemas dalam kotak makan yang telah dipesan secara daring beberapa hari sebelumnya. Bu Angel mengaku terkejut dan merasa takjub melihat menu yang disajikan, karena dinilai cukup lengkap dan bergizi dibandingkan dengan menu PMT yang biasanya tersedia.



“Saya benar-benar tidak menyangka menunya selengkap ini. Anak-anak pasti senang dan ini sangat membantu,” ujar Bu Angel saat melihat paket makanan yang telah siap dibagikan.



Kegiatan diawali dengan belanja bahan makanan di pasar setelah waktu subuh, kemudian dilanjutkan dengan proses memasak pada pagi hari oleh mahasiswa yang telah dibagi tugas. Setelah seluruh menu selesai disiapkan, mahasiswa KKM bersama Bu Angel mendatangi rumah-rumah anak stunting yang berjumlah delapan orang di Dusun Busu untuk membagikan makanan secara langsung.



Salah satu anggota KKM selaku ketua pelaksana mengungkapkan rasa haru dan kebahagiaannya atas terselenggaranya kegiatan tersebut.



“Saya merasa sangat senang bisa memberikan makanan tambahan yang sehat untuk anak-anak stunting. Rasanya terharu melihat kebahagiaan orang tua mereka, mengingat menu PMT dari desa biasanya cukup terbatas,” tuturnya.



Lebih dari sekadar pembagian makanan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi tidak langsung bagi masyarakat mengenai pentingnya asupan gizi seimbang bagi tumbuh kembang anak. Mahasiswa KKM berharap kegiatan serupa dapat terus dilanjutkan, baik oleh pemerintah desa maupun kader kesehatan setempat, sebagai bagian dari upaya menekan angka stunting di wilayah tersebut.



Program PMT ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara mahasiswa, kader kesehatan, dan masyarakat dapat memberikan dampak positif, meskipun dimulai dari langkah-langkah sederhana. Kepedulian kecil yang dilakukan bersama mampu menghadirkan harapan besar bagi masa depan generasi penerus desa.