Desa Kalipare memiliki kekayaan potensi lokal yang belum sepenuhnya terpetakan dan terinformasikan kepada masyarakat luas. Selama ini, informasi mengenai batas wilayah, sumber daya alam, infrastruktur, serta potensi ekonomi dan sosial budaya masih tersebar dan sulit diakses. Kondisi ini menghambat perencanaan pembangunan yang efektif, investasi yang tepat sasaran, serta partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan desa.
Pihak yang terdampak langsung dari permasalahan ini meliputi pemerintah desa sebagai pengambil kebijakan, masyarakat sebagai pelaku pembangunan, serta pihak eksternal seperti investor dan peneliti yang membutuhkan informasi detail mengenai potensi desa. Pemerintah desa kesulitan dalam merumuskan kebijakan berbasis data yang akurat, masyarakat kurang memiliki informasi untuk berpartisipasi aktif, sementara pihak eksternal kesulitan dalam mengidentifikasi peluang investasi dan penelitian. Apabila kondisi ini terus berlanjut, risiko yang muncul antara lain pembangunan yang tidak terarah, pemanfaatan sumber daya yang tidak optimal, serta hilangnya peluang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai solusi, policy brief ini merekomendasikan pembuatan peta Desa Kalipare yang komprehensif dengan visualisasi potensi lokal menggunakan desain bawaan atau default. Peta ini akan mencakup informasi detail mengenai batas wilayah, topografi, hidrologi, penggunaan lahan, infrastruktur, potensi sumber daya alam, serta lokasi-lokasi penting seperti fasilitas umum, tempat wisata, dan pusat kegiatan ekonomi. Pembuatan peta akan dilakukan dengan memanfaatkan data yang tersedia, survei lapangan, serta partisipasi aktif masyarakat. Desain peta akan menggunakan standar default yang sederhana, jelas, dan mudah dipahami oleh semua pihak.
Implementasi pembuatan peta desa diharapkan mampu meningkatkan pemahaman mengenai potensi lokal, memfasilitasi perencanaan pembangunan yang partisipatif, menarik investasi, serta meningkatkan promosi potensi desa kepada masyarakat luas. Peta ini akan disosialisasikan kepada masyarakat melalui berbagai media seperti website desa, papan informasi, serta kegiatan-kegiatan sosialisasi.