3 months ago

Pembukaan KKM 91 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Purwoasri: Awal Kolaborasi Mahasiswa dan Masyarakat

Header Image
LIA ROHALI

230502110037 • KKM Reguler Semester Ganjil • G.91

*Pembukaan KKM 91 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Purwoasri: Awal Kolaborasi Mahasiswa dan Masyarakat*



Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) merupakan salah satu wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dalam rangka menjalankan amanah tersebut, Kelompok KKM 91 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang secara resmi melaksanakan acara pembukaan KKM di Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.



Acara pembukaan ini menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan KKM yang akan berlangsung selama 40 hari, terhitung sejak 23 Desember 2025. Bertempat di lingkungan Desa Purwoasri, kegiatan pembukaan berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kebersamaan antara mahasiswa, perangkat desa, serta masyarakat setempat.



Kelompok KKM 91 yang mengusung nama Parvata Sevana terdiri atas 14 mahasiswa dari berbagai latar belakang keilmuan. Dalam pelaksanaan KKM ini, mahasiswa mendapatkan bimbingan langsung dari Dosen Pembimbing Lapangan, Bapak Taufiq Satria Mukti, M.Pd., yang senantiasa memberikan arahan agar kegiatan pengabdian dapat berjalan secara terarah dan bermanfaat.



Dalam sambutannya, perwakilan mahasiswa menyampaikan bahwa kehadiran KKM 91 di Desa Purwoasri tidak hanya bertujuan untuk melaksanakan program kerja semata, tetapi juga untuk belajar langsung dari masyarakat serta membangun kolaborasi yang harmonis. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi mitra desa dalam mendukung kegiatan pendidikan, keagamaan, dan sosial kemasyarakatan.



Adapun kegiatan KKM 91 dirancang berdasarkan hasil survei dan kebutuhan masyarakat Desa Purwoasri. Program kerja yang akan dilaksanakan mencakup pendampingan pendidikan di Pondok Pesantren Irsyadul Mubtadin, pelaksanaan seminar edukatif, kegiatan peringatan Isra' Mi'raj bersama masyarakat, serta program pendukung berupa perencanaan pembuatan papan kayu dan denah di kawasan wisata Bike Eco Park. Selain itu, mahasiswa juga melaksanakan kegiatan rutin seperti mengajar mengaji, membantu kegiatan belajar di TPA/TPQ dan sekolah, serta berpartisipasi dalam aktivitas kemasyarakatan.



Melalui pelaksanaan KKM ini, diharapkan terjalin hubungan yang saling menguatkan antara mahasiswa dan masyarakat Desa Purwoasri. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan manfaat nyata sekaligus menjadi sarana pembelajaran sosial bagi mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan secara langsung.





Acara pembukaan KKM 91 ditutup dengan harapan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar serta mendapatkan dukungan penuh dari berbagai pihak. Mahasiswa KKM 91 juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Desa Purwoasri dan seluruh masyarakat atas sambutan hangat serta kesempatan yang diberikan untuk melaksanakan pengabdian di desa tersebut.



Dengan terlaksananya acara pembukaan ini, KKM 91 Parvata Sevana secara resmi memulai langkah pengabdian di Desa Purwoasri, membawa semangat kolaborasi, edukasi, dan pengabdian demi terciptanya manfaat bersama.



*Menanamkan Kesadaran Anti Bullying Sejak Dini di MI Roudlotul Nasyi'in*



Bullying masih menjadi isu yang sering dianggap sepele, terutama di lingkungan anak-anak. Padahal, dampaknya bisa sangat besar terhadap perkembangan mental dan sosial mereka. Berangkat dari kepedulian tersebut, kami, Kelompok 91 KKM Reguler Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, mengadakan Seminar Anti Bullying di MI Roudlotul Nasyi'in pada 31 Januari 2026.



Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi kelas 1 hingga kelas 6. Tujuan utama dari seminar ini adalah memberikan pemahaman sejak dini mengenai apa itu bullying, bentuk-bentuk bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah, serta dampak negatif yang dapat dirasakan oleh korban maupun pelaku.



Dalam sesi pemaparan materi, kami menyampaikan materi dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh anak-anak. Contoh-contoh yang digunakan pun diambil dari situasi yang dekat dengan keseharian mereka. Agar suasana tetap interaktif, kegiatan dikemas dengan tanya jawab dan diskusi ringan sehingga anak-anak tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga berani menyampaikan pendapat.



Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi konseling bagi anak-anak. Pada sesi ini, siswa diberikan ruang untuk bercerita dan mengungkapkan perasaan mereka terkait pengalaman di sekolah maupun pertemanan. Beberapa anak terlihat antusias dan mulai terbuka, menunjukkan bahwa ruang aman untuk berbicara sangat dibutuhkan oleh mereka.



Melalui kegiatan ini, kami menyadari bahwa edukasi anti bullying tidak cukup hanya dengan penyampaian materi, tetapi juga membutuhkan pendekatan yang empatik dan berkelanjutan. Anak-anak perlu didampingi agar mampu memahami nilai saling menghargai dan peduli terhadap sesama.



Kami berharap Seminar Anti Bullying ini dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih ramah, aman, dan bebas dari perundungan. Bagi kami sebagai mahasiswa KKM, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga yang mengajarkan arti pengabdian serta pentingnya kehadiran langsung di tengah masyarakat.