7 days ago

Penarikan Mahasiswa Asistensi Mengajar UIN Malang di MINU Trate Putri Gresik Berlangsung Penuh Haru

Header Image
PUTRI AYU SAFIRA

230103110040 • KKM Unggulan Fakultatif (FITK) • G.517

GRESIK, 18 Mei 2026 — Langit mendung menyelimuti kawasan MINU Trate Putri Gresik pada Senin pagi itu. Awan kelabu seakan turut menggambarkan suasana hati dua belas mahasiswa Asistensi Mengajar dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang harus mengakhiri perjalanan pengabdian mereka setelah kurang lebih empat bulan membersamai para siswa dan guru di sekolah tersebut.



Hari penarikan mahasiswa bukan sekadar seremoni perpisahan biasa. Ada rasa haru yang perlahan memenuhi setiap sudut sekolah, mengingat begitu banyak kenangan yang telah tercipta selama masa pengabdian berlangsung. Tawa, cerita, hingga proses belajar bersama para siswa menjadi bagian yang sulit untuk dilupakan.



Sebagai bentuk penghormatan dan kenang-kenangan terakhir, pihak sekolah mengadakan acara kolaborasi dengan kegiatan rutin mingguan Muhadloroh yang sekaligus dijadikan sebagai momentum perpisahan mahasiswa asistensi mengajar dengan para siswa. Acara dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan penuh antusiasme dari seluruh warga sekolah.



Beragam penampilan ditampilkan oleh siswa-siswi MINU Trate Putri Gresik untuk memeriahkan suasana. Salah satu penampilan yang paling menyentuh hati adalah drama pendek yang dibawakan oleh para siswa. Drama tersebut menceritakan perjalanan mahasiswa sejak pertama kali datang ke sekolah hingga tiba pada hari perpisahan. Dengan penuh penghayatan, para siswa menggambarkan kedekatan yang telah terjalin selama proses pengabdian berlangsung.



Tidak hanya itu, acara juga dimeriahkan dengan penampilan menyanyi islami yang dibawakan oleh siswa bersama mahasiswa asistensi mengajar, pertunjukan tari, serta berbagai penampilan kreatif lainnya yang sukses menghadirkan suasana hangat sekaligus emosional.



Dalam kesempatan tersebut, Kepala Sekolah MINU Trate Putri Gresik turut memberikan sambutan dan apresiasi kepada para mahasiswa yang telah membantu proses pembelajaran serta berbagai kegiatan sekolah selama masa pengabdian. Perwakilan mahasiswa juga menyampaikan kesan dan pesan sebagai ungkapan rasa syukur atas pengalaman berharga yang telah diperoleh selama berada di lingkungan sekolah.



Suasana haru semakin terasa ketika acara ditutup dengan nyanyian bersama. Dua belas siswa maju ke atas panggung dan bernyanyi bersama mahasiswa asistensi mengajar, menciptakan momen sederhana namun penuh makna. Tidak sedikit siswa maupun mahasiswa yang tampak menahan rasa sedih karena harus berpisah setelah sekian lama bersama.



Setelah rangkaian acara perpisahan bersama siswa selesai, kegiatan dilanjutkan dengan acara penarikan resmi mahasiswa asistensi mengajar yang dihadiri oleh dosen pembimbing lapangan (DPL), kepala sekolah, koordinator guru pamong, guru pamong, serta dua belas mahasiswa asistensi mengajar. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa secara resmi ditarik kembali oleh DPL sebagai tanda berakhirnya program pengabdian di MINU Trate Putri Gresik.



Mahasiswa Asistensi Mengajar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang juga menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada keluarga besar MINU Trate Putri Gresik yang telah menerima kehadiran mereka dengan penuh kehangatan selama proses pengabdian berlangsung.



Selama kurang lebih empat bulan, para mahasiswa tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk belajar dan mengajar, tetapi juga merasakan suasana kekeluargaan yang begitu erat dari kepala sekolah, guru pamong, seluruh dewan guru, hingga para siswa yang selalu memberikan semangat dan dukungan.



“Kami merasa sangat bersyukur karena diterima dengan baik di lingkungan MINU Trate Putri Gresik. Banyak pengalaman, pelajaran, dan kenangan berharga yang tidak akan kami lupakan. Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan pengabdian kami,” ungkap salah satu mahasiswa asistensi mengajar.



Bagi para mahasiswa, MINU Trate Putri Gresik bukan hanya menjadi tempat menjalankan program pengabdian, tetapi juga menjadi rumah kedua yang meninggalkan kesan mendalam di hati mereka. Meski masa pengabdian telah usai, kenangan dan pengalaman selama empat bulan bersama keluarga besar MINU Trate Putri Gresik akan tetap menjadi bagian berharga dalam perjalanan mereka, bukan hanya tentang mengajar, tetapi juga tentang belajar memahami arti kebersamaan, ketulusan, dan pengabdian di dunia pendidikan.