Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan program edukasi kesehatan bagi calon jamaah haji di Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Program ini merupakan bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) interprofesional yang bertujuan meningkatkan kesiapan kesehatan calon jamaah haji sebelum keberangkatan.
Program pendampingan kesehatan calon jamaah haji dilaksanakan oleh mahasiswa KKM di Kecamatan Junrejo, Kota Batu, sebagai upaya meningkatkan kesiapan kesehatan sebelum keberangkatan ke Tanah Suci. Kegiatan ini berfokus pada dua calon jamaah haji, yaitu Bapak Sugeng Prayogi (62 tahun) dan Ibu Demi Yuliati (61 tahun) yang memiliki riwayat penyakit kronis dan membutuhkan pemantauan kesehatan secara berkelanjutan.
Bapak Sugeng Prayogi diketahui memiliki riwayat hipertensi dan diabetes melitus, sedangkan Ibu Demi Yuliati memiliki hiperurisemia (asam urat tinggi). Berdasarkan hasil awal pemeriksaan kesehatan, keduanya belum mengelola kondisi kesehatan secara optimal dan masih mengandalkan pengobatan herbal tanpa terapi medis rutin. Oleh karena itu, tim mahasiswa memberikan berbagai intervensi kesehatan yang bersifat edukatif dan preventif.
Intervensi yang diberikan meliputi:
Edukasi kesehatan melalui poster, buku saku, dan video edukasi mengenai pengendalian hipertensi, diabetes, dan asam urat.
Pemberian logbook makanan harian untuk memantau pola makan dan membantu mengontrol tekanan darah serta kadar gula darah.
Logbook aktivitas fisik untuk mencatat olahraga ringan dan waktu istirahat guna meningkatkan kebugaran fisik.
Pemeriksaan kesehatan rutin meliputi tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat selama masa intervensi.
Kegiatan aktivitas fisik bersama, seperti jalan kaki ringan dan diskusi kesehatan secara langsung.
Hasil intervensi menunjukkan perkembangan positif. Tekanan darah Bapak Sugeng selama empat minggu pemantauan berada dalam kondisi stabil dan terkontrol. Kadar gula darah dan kolesterol juga menunjukkan perbaikan pada beberapa kunjungan. Sementara itu, Ibu Demi menunjukkan tekanan darah yang stabil selama masa intervensi serta peningkatan kesadaran dalam menjaga pola makan dan aktivitas fisik untuk mengontrol kadar asam urat.
Dari hasil kuesioner, tingkat pengetahuan dan perilaku kesehatan kedua calon jamaah haji berada pada kategori baik (100%) baik sebelum maupun setelah intervensi, namun program ini berhasil mempertahankan dan memperkuat perilaku hidup sehat yang telah ada. Kedua peserta mulai lebih konsisten dalam menerapkan pola makan sehat, aktivitas fisik ringan, serta pemantauan kesehatan secara mandiri.
Melalui program ini, diharapkan calon jamaah haji dapat mencapai kondisi istitha’ah kesehatan sehingga mampu menjalankan ibadah haji dengan aman dan optimal. Pendampingan kesehatan seperti ini juga diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari persiapan kesehatan jamaah haji di masyarakat.