Desa Sukopuro memiliki potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang cukup beragam dan aktif berjalan. Berbagai produk lokal seperti keripik singkong, olahan sayur, makanan tradisional, hingga usaha produksi rumahan tumbuh dari kreativitas warga. Sayangnya, sebagian besar UMKM tersebut masih dijalankan secara sederhana. Sistem pemasaran yang digunakan umumnya masih mengandalkan cara konvensional. Penjualan lebih banyak dilakukan melalui relasi tetangga dan pembeli tetap di sekitar desa.
Pola pemasaran dari mulut ke mulut memang mampu menjaga keberlangsungan usaha dalam skala kecil. Namun, cara tersebut memiliki keterbatasan dalam menjangkau pasar yang lebih luas. Banyak produk UMKM Desa Sukopuro sebenarnya memiliki kualitas dan cita rasa yang layak bersaing. Ketidakhadiran media promosi membuat potensi tersebut belum terlihat oleh masyarakat luar desa. Akibatnya, perkembangan usaha cenderung berjalan lambat dan stagnan.
Selain keterbatasan pemasaran, sebagian pelaku UMKM juga belum memiliki dokumentasi usaha yang rapi. Informasi mengenai jenis produk, alamat usaha, maupun kapasitas produksi belum tercatat secara terpusat. Kondisi ini menyulitkan upaya pengembangan UMKM secara kolektif. Padahal, data yang lengkap sangat dibutuhkan untuk perencanaan promosi dan penguatan ekonomi desa. Dari sinilah kebutuhan akan pendataan UMKM menjadi semakin relevan.
Melihat kondisi tersebut, sekelompok mahasiswa KKM 53 UIN Malang berinisiatif melakukan pendataan UMKM Desa Sukopuro. Kegiatan ini diawali dengan pembagian mahasiswa ke dalam dua kelompok untuk menjangkau wilayah yang berbeda. Mahasiswa mendatangi pelaku usaha secara langsung untuk menggali informasi terkait usaha yang dijalankan. Pendataan dilakukan secara sederhana namun sistematis agar mudah dipahami. Langkah ini menjadi fondasi awal dalam pengelolaan UMKM desa berbasis digital.
Data UMKM yang terkumpul mencakup berbagai jenis usaha dari beberapa wilayah dusun. Mulai dari usaha keripik singkong, jemblem berbahan singkong, keripik sayur, sambal kemasan, hingga produksi tempe dan jamu tradisional. Keberagaman ini menunjukkan kekayaan potensi ekonomi lokal Desa Sukopuro. Mahasiswa kemudian mengelompokkan data sesuai jenis usaha dan lokasi. Proses ini dilakukan untuk memudahkan tahap pengolahan dan publikasi data.
Setelah proses pendataan selesai, mahasiswa KKM menggagas pemanfaatan website desa sebagai media promosi. Data UMKM yang telah dihimpun dimasukkan ke dalam website desa sebagai etalase online. Etalase ini menampilkan informasi singkat mengenai pelaku usaha dan produk yang dihasilkan. Dengan adanya media digital, UMKM desa memiliki ruang promosi yang lebih luas. Website desa pun berfungsi tidak hanya sebagai pusat informasi, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan ekonomi.
Pemanfaatan website desa diharapkan mampu memperluas jangkauan pemasaran UMKM Sukopuro. Informasi usaha yang sebelumnya hanya dikenal warga sekitar kini dapat diakses oleh masyarakat luar desa. Langkah ini menjadi bentuk adaptasi UMKM terhadap perkembangan teknologi. Mahasiswa berperan sebagai penghubung antara pelaku usaha dan sistem digital desa. Inisiatif ini sekaligus menjadi contoh kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah desa.
Kegiatan pendataan UMKM memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa KKM. Mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam memahami kondisi ekonomi masyarakat desa. Proses interaksi dengan pelaku usaha melatih kemampuan komunikasi dan kerja tim. Selain itu, mahasiswa belajar bahwa pengabdian tidak selalu berbentuk fisik, tetapi juga melalui pengelolaan data dan ide kreatif. Pengalaman ini menjadi bekal penting dalam menghadapi permasalahan sosial di masyarakat.
Bagi pelaku UMKM, pendataan dan publikasi melalui website desa memberikan harapan baru. Usaha yang selama ini berjalan sederhana mulai mendapatkan perhatian lebih luas. Pelaku UMKM merasa usahanya dihargai dan diakui sebagai bagian dari potensi desa. Keberadaan etalase online membuka peluang pengembangan usaha ke depan. Pendataan UMKM pun menjadi langkah awal menuju ekonomi desa yang lebih mandiri dan berkelanjutan.