2 months ago

Pengabdian KKM 122 UIN MALANG: Hidupkan Literasi dan Ekonomi Masjid di Jatimulyo

Header Image
RHEVITA AULIA RAHMA

230401110307 • KKM Reguler Semester Ganjil • G.122

Kolaborasi Mahasiswa dan Masyarakat dalam Menguatkan Pemberdayaan Berbasis Budaya Lokal



Pengabdian KKM 122 UIN MALANG: Hidupkan Literasi dan Ekonomi Masjid di Jatimulyo



Sosialisasi Family Corner di Majelis Sholawat



(Foto Pribadi KKN 122 UIN MALANG)



KOTA MALANG - Selayaknya perguruan tinggi yang mengimplementasikan tridarmanya, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang membentuk ratusan Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM). Pada periode ini kampus mengusung tema lama yang tidak hanya mengabdi kepada masyarakat di pelosok desa, namun juga lingkungan sosial sekitar masjsid. 



Kampus bekerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Malang untuk menerapkan program baru yang bernama “Family Corner” secara eksklusif di masyarakat. Pada tanggal 23 Desember 2025 kelompok KKM 122 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang telah resmi memulai pengabdiannya di Masjid Al-Mustaqim, Kelurahan Jatimulyo Lowokwaru Kota Malang. 



Semangat baru yang digaungkann oleh peserta KKM melalui serangkaian program berkelanjutan dan partisipasi aktif dalam denyut nadi kehidupan masyarakat mampu menyuntikkan energi positif bagi masyarakat lingkungan Masjid Al-Mustaqim.



Kegiatan ini diawali dengan Pembukaan KKM yang khidmat, yang menjadi tonggak komitmen mahasiswa untuk turut serta dalam pembangunan desa. Sebagai langkah awal membangun kedekatan dan pemahaman, mahasiswa langsung melaksanakan sensus penduduk secara door to door. 



Metode ini dipilih bukan hanya untuk memperoleh data yang akurat, tetapi lebih penting untuk menjalin kontak personal dengan setiap keluarga. Dari obrolan di teras rumah dan pintu ke pintu, mahasiswa mendengarkan cerita, kebutuhan, dan aspirasi warga secara langsung, sehingga program kerja yang dirancang dapat benar-benar menyentuh akar persoalan dan sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Dua program utama yang menjadi fokus dengan pendekatan berkelanjutan adalah sosialisasi Family Corner dan UPZ (Unit Pengumpul Zakat). 



Family Corner diperkenalkan untuk mendorong terciptanya budaya literasi di dalam rumah, menjadikan sudut baca sebagai pusat pembelajaran keluarga yang dapat memperkuat ikatan dan pengetahuan bersama. Sementara sosialisasi UPZ bertujuan meningkatkan pemahaman tentang pengelolaan zakat yang modern dan akuntabel, sehingga potensi ekonomi umat dapat terkumpul dan didistribusikan secara lebih efektif untuk kesejahteraan bersama, sekaligus memberdayakan masyarakat dalam jangka panjang. Di ranah pendidikan, semangat belajar anak-anak semakin menyala dengan kehadiran mahasiswa KKM yang mengajar di TK dan SD setempat. 



Dengan metode pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan, mereka membantu mengisi kekosongan tenaga pendidik dan menyuntikkan energi baru dalam suasana kelas, menciptakan pengalaman belajar yang lebih hidup dan interaktif bagi para siswa. Tidak berhenti pada program struktural, mahasiswa KKM juga larut dalam irama kegiatan rutin masyarakat yang kaya akan nilai spiritual dan kebersamaan. Mereka aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang menjadi penyeimbang jiwa dan raga warga. Setiap pagi usai shalat Subuh, diramaikan dengan pembacaan Surat Al-Waqi’ah bersama.



Kegiatan keagamaan lain seperti Ratibul Haddad, pengajian kitab, serta sholawatan rutin turut dihidupkan untuk memperdalam ketakwaan dan menjaga tradisi keilmuan agama. Untuk menjaga kesehatan jasmani, senam bersama digelar secara berkala, menjadi ajang silaturahmi dan kebugaran bagi segala usia. Selain itu, ada juga ruang khusus bagi pemberdayaan perempuan melalui Muslimatan yang diikuti ibu-ibu, serta kegiatan sosial seperti “Jumat Berkah” yang penuh dengan semangat berbagi dan kepedulian sosial.



Kegiatan mengaji bersama juga menjadi salah satu rutinitas yang memperkaya batin dan memperkuat fondasi agama generasi muda. Melalui integrasi yang erat dan pendekatan yang humanis ini, mahasiswa KKM tidak sekadar menjalankan tugas pengabdian, tetapi telah menjadi bagian dari komunitas yang belajar, berbagi, dan tumbuh bersama. Mereka hadir sebagai sahabat, pendengar, dan mitra bagi warga Desa Bioro. 



Diharapkan, setiap kegiatan yang telah dirancang dan dijalankan bersama ini dapat meninggalkan jejak yang dalam membangun fondasi yang kuat untuk kemandirian dan kemajuan desa dan masjid, serta menanamkan nilai-nilai yang terus bersemi bahkan setelah masa KKM berakhir.



Sinergi antara pengetahuan akademik dan kearifan lokal ini menjadi kunci keberhasilan dalam menuliskan lembaran baru pembangunan desa yang berkelanjutan, di mana hubungan yang terbangun bukan hanya sebagai pelaksana program, tetapi sebagai sebuah ikatan kekeluargaan yang saling menguatkan untuk masa depan yang lebih baik.