Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) merupakan bentuk implementasi nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program, tetapi juga pada proses pembelajaran sosial yang dialami secara langsung. Kegiatan KKM ini dilaksanakan di SRMP 14 Batu selama 40 hari dan diikuti oleh mahasiswa lintas program studi dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yang tergabung dalam KKM Unggulan PSGA Kelompok 264. Selama masa pengabdian, mahasiswa ditempatkan dalam lingkungan sekolah menengah pertama yang menjadi ruang strategis untuk berkontribusi dalam penguatan karakter, relasi sosial, serta pemahaman diri peserta didik yang berada pada fase remaja awal. Fase ini merupakan periode perkembangan yang krusial, di mana siswa mulai mengeksplorasi identitas diri, membangun hubungan sosial yang lebih kompleks, serta menunjukkan peningkatan sensitivitas terhadap lingkungan sekitarnya. Kondisi tersebut menuntut pendekatan komunikasi yang tepat agar setiap bentuk intervensi edukatif dapat diterima dan dipahami secara optimal.
Selama pelaksanaan KKM, kelompok melaksanakan beberapa program kerja utama, yaitu sosialisasi kepemimpinan dan budaya organisasi, sosialisasi anti-bullying, kegiatan ecoprinting, serta bedah film edukatif. Program-program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan sekolah dalam aspek pengembangan karakter, kesadaran sosial, dan kreativitas siswa. Sosialisasi kepemimpinan dan budaya organisasi bertujuan menanamkan nilai tanggung jawab, kerja sama, serta peran individu dalam kelompok sejak dini. Sosialisasi anti-bullying menjadi salah satu kegiatan yang paling relevan dengan dinamika remaja, karena secara langsung membahas bentuk-bentuk perilaku perundungan, dampaknya terhadap kondisi psikologis, serta pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan saling menghargai. Kegiatan ecoprinting dilaksanakan sebagai sarana edukasi lingkungan yang aplikatif, di mana siswa tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga terlibat aktif dalam proses kreatif dengan memanfaatkan bahan alami. Sementara itu, bedah film digunakan sebagai media reflektif untuk melatih kemampuan berpikir kritis dan empati siswa melalui diskusi nilai moral dan relasi sosial yang ditampilkan dalam film.
Selain melaksanakan program kerja utama, mahasiswa juga terlibat dalam berbagai kegiatan pendukung sebagai bentuk pengabdian kepada pihak sekolah, antara lain membantu administrasi perpustakaan, melakukan pendampingan siswa OSIS dalam persiapan kegiatan keagamaan Isra’ Mi’raj, serta mendampingi kegiatan keagamaan berupa mengajar mengaji. Keterlibatan dalam kegiatan-kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami lebih dalam dinamika institusi sekolah serta membangun hubungan kerja sama yang lebih dekat dengan guru dan siswa. Dalam lingkup internal kelompok, penulis berperan sebagai bendahara yang bertanggung jawab mengelola keuangan selama pelaksanaan KKM, mencakup kebutuhan konsumsi, operasional harian, serta pembiayaan program kerja. Dalam pelaksanaan kegiatan lapangan, penulis juga terlibat sebagai penanggung jawab peserta didik yang mengarahkan dan mendampingi siswa selama kegiatan berlangsung, sebagai operator dalam aspek teknis pelaksanaan, serta sebagai konsultan yang membantu menjembatani komunikasi antara mahasiswa dan siswa agar materi dapat tersampaikan secara efektif.
Pengalaman yang paling menantang sekaligus berkesan selama KKM adalah proses menyesuaikan diri dalam berkomunikasi dengan siswa tingkat SMP. Perbedaan karakteristik perkembangan antara anak usia sekolah dasar dan remaja awal menuntut pendekatan yang lebih sensitif, adaptif, dan kontekstual. Remaja awal berada pada tahap awal pengenalan hubungan sosial yang lebih luas serta mulai membentuk pemahaman tentang jati diri, sehingga penyampaian informasi terkait nilai diri, relasi yang sehat, dan empati perlu dilakukan dengan cara yang tepat. Proses ini menjadi tantangan tersendiri, namun sekaligus memberikan pengalaman belajar yang bermakna. Interaksi langsung dengan siswa membuka wawasan penulis mengenai pentingnya peran pendidik dan pendamping dalam membantu remaja menavigasi masa eksplorasi, perubahan emosi, serta kecenderungan untuk bereksperimen dengan berbagai peran sosial. Secara keseluruhan, pelaksanaan KKM di SRMP 14 Batu tidak hanya menjadi sarana pemenuhan kewajiban akademik, tetapi juga menjadi ruang refleksi untuk mengembangkan kepekaan sosial, keterampilan komunikasi, serta pemahaman terhadap dinamika perkembangan remaja dalam konteks pendidikan, yang diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi mahasiswa di masa mendatang.