Dua inisiatif pengabdian masyarakat melalui Program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) telah berhasil diimplementasikan guna memberdayakan generasi muda melalui pendekatan yang inovatif dan partisipatif. Program pertama yang bertajuk "Sajadah Adhikara: Satu Langkah Sejuta Berkah" dilaksanakan selama kurun waktu 12 hari pada tahun 2026 di TPQ Griya Asumta. Inisiatif ini dirancang sebagai respons konkret terhadap berbagai kendala sistemik dalam pendidikan agama nonformal, di mana metode pembelajaran seringkali cenderung monoton dan berpusat pada hafalan. Keterbatasan media edukasi yang inovatif serta rendahnya sistem apresiasi yang terstruktur menyebabkan motivasi santri untuk hadir dan aktif menjadi berkurang secara konsisten.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, program "Sajadah Adhikara" mengintegrasikan tujuh kegiatan terstruktur yang menyasar penguatan literasi ibadah, kreativitas, dan karakter Islami. Pelaksanaannya memadukan berbagai strategi, mulai dari pendekatan multi-modalitas melalui pemutaran sinema religi dan bimbingan praktik wudhu serta shalat, hingga pengembangan kreativitas melalui pembuatan Kartu Ucapan Lebaran (KUL) dan pembatas Al-Qur'an dari stik es krim. Selain itu, program ini juga mengadopsi sistem gamifikasi edukatif berupa "Pohon Keaktifan" sebagai sistem penghargaan visual yang menciptakan iklim kompetisi positif. Secara keseluruhan, intervensi edukatif ini terbukti berdampak signifikan dalam meningkatkan kemandirian ibadah santri, menumbuhkan kebanggaan atas karya sendiri, sekaligus mendorong konsistensi partisipasi belajar mereka secara sehat dan menyenangkan.
Sementara itu, inisiatif kedua yang bertajuk "Lentera Ramadhan: Langkah Terang Meraih Harapan" diselenggarakan bertepatan dengan momentum bulan suci Ramadhan di Panti Asuhan Minhajul Abidin yang berlokasi di Janti, Jogoroto, Kabupaten Jombang. Program ini secara khusus difokuskan pada upaya mengatasi tantangan psikologis yang kerap membayangi anak-anak panti asuhan, seperti rendahnya kepercayaan diri akibat stigma sosial dan minimnya pendampingan yang berorientasi pada potensi. Ketiadaan ruang aman untuk berekspresi sering kali membuat anak-anak tersebut kesulitan dalam membangun narasi positif tentang masa depan mereka.
Sebagai solusi, program ini menghadirkan sesi berbagi interaktif yang bertema "Step by Step: Merajut Mimpi Bareng Adhikara". Melalui fasilitas diskusi terbuka, intervensi ini diperkuat dengan mekanisme refleksi diri tertulis melalui pembuatan "Surat untuk Diri Sendiri". Dalam surat tersebut, peserta didorong untuk menuliskan kelebihan, kekurangan, cara mengatasi kekurangan, cita-cita masa depan, hingga janji personal, yang kemudian disimpan sendiri dalam amplop sebagai bentuk komitmen psikologis jangka panjang. Pendekatan partisipatif berbasis refleksi diri ini sukses mentransformasi peserta yang awalnya pasif menjadi jauh lebih berani tampil berekspresi, sekaligus membantu mereka merumuskan tujuan hidup yang konkret secara mandiri.