Desa Licin, Banyuwangi — Kelompok 166 KKM Mandiri Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (Baranova) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus pada sosialisasi anti bullying dan pencegahan kenakalan remaja, penguatan digitalisasi ekonomi masyarakat melalui QRIS, serta penguatan amaliah keagamaan sebagai landasan pembentukan karakter sosial masyarakat di Desa Licin, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respon terhadap permasalahan sosial yang masih dijumpai di masyarakat, khususnya terkait perilaku remaja, serta tantangan ekonomi desa dalam menghadapi perkembangan teknologi digital. Pengabdian masyarakat ini dirancang dengan pendekatan edukatif dan religius agar memberikan dampak yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan.
Disisi lain, Pelaksanaan Sosialisasi anti bullying dan kenakalan remaja dilaksanakan melalui pendampingan kegiatan belajar mengajar di SDN 1 Licin dan MI Nahdhatul Wathan. Kegiatan ini menyasar siswa sekolah dasar sebagai upaya preventif untuk menanamkan nilai-nilai empati, kepedulian, dan sikap saling menghargai sejak usia dini.
Materi yang disampaikan meliputi pengenalan bentuk-bentuk bullying, dampak negatif perundungan terhadap korban maupun pelaku, serta pentingnya menjaga pergaulan dan perilaku sehari-hari. Penyampaian dilakukan dengan metode yang komunikatif dan mudah dipahami, sehingga siswa mampu mengenali dan menghindari perilaku bullying serta kenakalan remaja dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berharap dapat membentuk kesadaran siswa akan pentingnya membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan berakhlak.
Selain fokus pada aspek sosial, pengabdian masyarakat KKM 166 juga diarahkan pada penguatan ekonomi masyarakat desa melalui sosialisasi dan pendampingan penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) bagi pedagang kecil dan pelaku UMKM, khususnya di Pasar Jadoel Dusun Karangan.
Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap sistem pembayaran non-tunai yang lebih praktis, aman, dan sesuai dengan perkembangan ekonomi digital. Mahasiswa KKM memberikan pendampingan awal terkait manfaat penggunaan QRIS, proses pendaftaran, serta penerapannya dalam transaksi sehari-hari.
Penerapan QRIS diharapkan mampu meningkatkan efisiensi transaksi, memperluas jangkauan konsumen, serta mendukung pengembangan ekonomi lokal Desa Licin secara berkelanjutan.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini secara eksplisit dikuatkan dengan amaliah keagamaan yang dilaksanakan bersama masyarakat Desa Licin. Mahasiswa KKM Kelompok 166 aktif mengikuti dan mendukung berbagai kegiatan keagamaan, seperti rutinan yasin dan tahlil, pengajian kitab Ihya’ Ulumuddin, jam’iyah fardhu kifayah, istighosah, serta pendampingan kegiatan TPQ.
Penguatan amaliah keagamaan ini dimaksudkan sebagai landasan moral dan spiritual dalam membentuk karakter masyarakat, khususnya generasi muda. Nilai-nilai keagamaan yang ditanamkan melalui amaliah tersebut diharapkan mampu memperkuat sikap empati, tanggung jawab sosial, serta kesadaran berperilaku sesuai dengan ajaran Islam, sehingga menjadi penopang utama dalam upaya pencegahan bullying dan kenakalan remaja.
Penutup
Melalui sinergi antara edukasi sosial, pemberdayaan ekonomi digital, dan penguatan amaliah keagamaan, kegiatan pengabdian masyarakat KKM Kelompok 166 Baranova diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat Desa Licin. Pendekatan ini tidak hanya menyentuh aspek pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga membangun karakter dan nilai spiritual masyarakat secara berkelanjutan.
Kegiatan ini menjadi wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang pengabdian kepada masyarakat serta bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap permasalahan sosial dan ekonomi di tingkat desa.