Pada Rabu, 12 Maret 2025, kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Wiyata Luhur dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Posyandu Desa Sumber, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar. Acara ini berlangsung dari pukul 09.00 sampai 12.00 WIB dan berfokus pada layanan kesehatan bagi balita dan lansia.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mendukung keberlangsungan pelayanan rutin Posyandu, serta mendorong peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, terutama kelompok usia rentan seperti balita dan lansia. Posyandu sebagai layanan kesehatan dasar di desa memiliki peran vital dalam menjaga kesehatan ibu, anak, dan kelompok usia lanjut melalui pemantauan rutin.
Selain mendukung layanan kesehatan, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya para ibu, mengenai pentingnya memantau tumbuh kembang anak secara berkala. Mahasiswa berperan aktif dalam berbagai tahapan layanan, seperti proses pendaftaran, pengukuran tinggi dan berat badan, hingga membantu dalam sesi konsultasi kesehatan bersama tenaga medis. Partisipasi mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pelayanan dan keterlibatan masyarakat.
Di samping aspek teknis, kegiatan ini juga mencakup unsur edukasi, yaitu penyadaran pentingnya gizi seimbang bagi anak-anak. Mahasiswa turut membagikan makanan tambahan berupa tahu dan tempe sebagai contoh makanan bergizi yang mudah dijangkau dan ekonomis, untuk menanamkan kesadaran bahwa makanan sehat bisa berasal dari bahan lokal.
Untuk lansia, pelayanan yang diberikan mencakup pemeriksaan tekanan darah, tinggi dan berat badan, serta konsultasi medis. Jika ditemukan keluhan atau gejala tertentu, lansia mendapatkan penanganan awal berupa pemberian obat sesuai anjuran petugas kesehatan. Konsultasi bersama bidan desa juga memberikan ruang bagi lansia untuk lebih terbuka mengenai kondisi kesehatannya.
Rangkaian kegiatan dimulai dari sesi Posyandu balita, di mana mahasiswa membantu petugas dalam semua tahap pemeriksaan dan pendampingan konsultasi. Balita kemudian menerima makanan tambahan sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan gizi. Setelah itu, pelayanan dilanjutkan untuk lansia dengan prosedur serupa, mulai dari registrasi hingga konsultasi dan pemberian obat jika diperlukan.
Walau kegiatannya sederhana, kehadiran mahasiswa membawa dampak besar terhadap kelancaran proses Posyandu. Warga pun menyambut kegiatan ini dengan antusias, yang terlihat dari keaktifan para ibu dan lansia selama kegiatan berlangsung. Edukasi mengenai gizi dan pola hidup sehat juga menumbuhkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat. Mahasiswa tak hanya belajar di bangku kuliah, tetapi juga terlibat langsung dalam pengabdian kepada masyarakat. Pengalaman ini memberikan pelajaran berharga bagi mahasiswa dalam membangun empati sosial, berinteraksi lintas profesi, dan memahami kondisi kesehatan masyarakat di tingkat desa.