Mengikuti program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Fakultatif menjadi pengalaman berharga bagi kami, Kelompok 42 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Melalui KKM Hajj Interprofessional Education (HIPE), kami berkesempatan terjun langsung ke masyarakat untuk mendampingi calon jemaah haji (CJH) di Kota Batu dalam mempersiapkan kesehatan sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
Program ini melibatkan kolaborasi mahasiswa dari dua disiplin ilmu kesehatan, yaitu Farmasi dan Pendidikan Dokter. Pendekatan Interprofessional Education (IPE) menjadi landasan utama kegiatan kami, di mana setiap anggota tim berperan sesuai keilmuannya dan saling melengkapi dalam memberikan pendampingan kesehatan yang komprehensif.
Kelompok kami terdiri dari Alfian Sandy Permana, Wafia Naura Adzkia, Firdania Zahrotul Amalia, dan Laely Anisaturrohmah yang dimana merupakan mahasiswa farmasi serta Zafira Azalia Falahi dan Fiola Moza Murtia dari Pendidikan Dokter.
Seluruh kegiatan KKM ini dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dr. Christyaji Indradmojo, Sp.EM.
Kegiatan KKM diawali dengan kunjungan ke rumah calon jemaah haji. Pada minggu pertama ini, kami melakukan pengecekan kesehatan dasar, seperti pengukuran tekanan darah dan tanda-tanda vital lainnya. Selain itu, kami juga melaksanakan pre-test untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan calon jemaah terkait pola makan, aktivitas fisik, dan kesiapan kesehatan dalam menghadapi ibadah haji.
Melalui kegiatan ini, kami belajar bahwa setiap calon jemaah memiliki kondisi dan kebiasaan yang berbeda. Hal tersebut menjadi dasar bagi kami untuk menyesuaikan pendekatan pendampingan pada minggu-minggu berikutnya.
Pada minggu kedua, fokus kegiatan kami adalah edukasi dan pemantauan mandiri. Kami menyusun dan membagikan buku monitoring kesehatan yang digunakan calon jemaah untuk mencatat pola makan dan aktivitas harian. Selain itu, kami juga membuat poster edukasi kesehatan yang berisi pesan-pesan sederhana namun penting terkait gaya hidup sehat.
Melalui media ini, kami berharap calon jemaah dapat lebih sadar dan konsisten dalam menjaga kesehatannya, sekaligus merasa terlibat aktif dalam proses persiapan ibadah haji.
Kegiatan pada minggu ketiga menjadi salah satu momen paling interaktif. Kami melaksanakan olahraga bersama dengan calon jemaah haji seperti aktivitas ringan yaitu jalan santai. Suasana kebersamaan dan antusiasme calon jemaah menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi kami.
Selain itu, kami juga menyiapkan video edukasi yang menampilkan gambaran cuaca panas ekstrem di Arafah. Video ini bertujuan memberikan pemahaman kepada calon jemaah mengenai tantangan lingkungan selama puncak ibadah haji, sehingga mereka dapat lebih siap secara fisik dan mental.
Rangkaian kegiatan KKM ditutup pada minggu keempat dengan pelaksanaan post-test untuk melihat peningkatan pengetahuan calon jemaah setelah mengikuti seluruh program pendampingan. Hasil dari buku monitoring kesehatan kemudian kami tampilkan dan evaluasi bersama.
Pada tahap ini, kami memberikan nasihat dan edukasi kesehatan secara langsung kepada calon jemaah dengan pendampingan dokter, sehingga informasi yang disampaikan lebih akurat dan sesuai dengan kondisi masing-masing CJH. Diskusi yang terjalin juga menjadi ruang pembelajaran bagi kami sebagai mahasiswa lintas profesi.
Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi calon jemaah haji di Kota Batu serta menjadi pengalaman berharga yang membentuk sikap profesional kami di masa depan.