3 months ago

Pengembangapengembangan umkm di desa sidem terkait penggunaan google maps dan sosialisasi qris untuk meningkatkan aksesibilitas dan keberlanjutan usaha lokal

Header Image
ALDO ANDIKA PUTRA

230501110093 • KKM Mandiri • G.180

Pada Sabtu, 3 Agustus 2026, mahasiswa KKM (Kuliah Kerja Mahasiswa) yang ditempatkan di Desa Sidem, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, menginisiasi program pemberdayaan untuk membantu pengembangan UMKM di desa tersebut. Salah satu kegiatan utama yang dilaksanakan adalah pemberian penanda usaha pada Google Maps yang bertujuan untuk meningkatkan visibilitas usaha mikro dan kecil di desa. Dengan adanya penanda ini, masyarakat dapat dengan mudah menemukan berbagai usaha yang ada, memudahkan pelanggan untuk menemukan lokasi usaha, serta meningkatkan potensi pasar bagi pelaku UMKM.

Selain itu, program ini juga dilengkapi dengan sosialisasi mengenai penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), yang kini menjadi metode pembayaran yang semakin diminati karena kemudahannya dan keterhubungannya dengan berbagai platform digital. QRIS mempermudah transaksi antar masyarakat dan memberikan keuntungan bagi pelaku usaha, seperti efisiensi waktu dan keamanan dalam melakukan pembayaran.

Selama kegiatan ini, mahasiswa KKM mengunjungi dan berinteraksi langsung dengan 13 UMKM yang ada di Desa Sidem untuk memberikan pemahaman terkait teknologi digital yang dapat meningkatkan usaha mereka. Masyarakat sangat antusias menyambut inisiatif ini, karena diharapkan program ini tidak hanya memberikan kemudahan akses informasi dan transaksi, tetapi juga berkontribusi pada perkembangan perekonomian desa secara keseluruhan.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing UMKM Desa Sidem di era digital, yang diharapkan dapat mengarah pada kemajuan ekonomi yang berkelanjutan. Dengan mengoptimalkan teknologi, terutama Google Maps dan QRIS, diharapkan produk-produk lokal dapat lebih mudah diakses dan dinikmati oleh masyarakat luas.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berharap dapat memberikan kontribusi positif yang tidak hanya berdampak pada peningkatan perekonomian desa, tetapi juga mendorong masyarakat untuk semakin aktif dalam memanfaatkan kemajuan teknologi untuk kesejahteraan bersama.