Bulan suci Ramadhan selalu menjadi momentum istimewa untuk menumbuhkan semangat kebersamaan, kepedulian, dan solidaritas sosial di tengah masyarakat. Di tengah suasana penuh keberkahan ini, sekelompok mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang bekerja sama dengan TPQ An-Najah dan Takmir Mushola An-Najah, serta didukung penuh oleh masyarakat Perumahan Witara, menggelar kegiatan bertajuk “ Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim”
Acara ini merupakan bentuk pengabdian nyata dan sinergi antara mahasiswa dan masyarakat, sekaligus sarana untuk menanamkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Dengan penuh semangat, kegiatan ini dirancang dan diselenggarakan sepenuhnya oleh para mahasiswa KKM UIN Malang, yang tidak hanya bertindak sebagai pelaksana teknis, tetapi juga sebagai fasilitator kolaborasi antar unsur masyarakat.
Rangkaian acara diawali dengan kegiatan istighosah bersama, yang diikuti oleh masyarakat Perumahan Witara dan mahasiswa KKM. Suasana khidmat sangat terasa saat lantunan doa dipanjatkan bersama, memohon ampunan dan keberkahan di bulan suci ini. Istighosah ini dipimpin langsung oleh Bapak Hasyim, salah satu anggota takmir Mushola An-Najah, yang juga dikenal sebagai tokoh masyarakat yang aktif dalam kegiatan keagamaan.
Usai istighosah, acara dilanjutkan dengan sambutan sekaligus penampilan sambung ayat dari anak-anak TPQ An-Najah. Dengan suara lantang dan hafalan yang mengagumkan, mereka menampilkan kemampuan dalam menghafal dan melanjutkan potongan-potongan ayat Al-Qur’an. Penampilan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi bukti keberhasilan pembinaan keagamaan yang dilakukan oleh para ustadz dan ustadzah di TPQ An-Najah.
Kegiatan berlanjut dengan penampilan banjari yang unik dan istimewa. Penampilan ini menjadi momen simbolis dari kolaborasi yang erat antara mahasiswa dan anak-anak TPQ. Dengan iringan rebana dan lantunan sholawat yang merdu, kolaborasi antara dua generasi ini menunjukkan bahwa nilai ukhuwah dapat ditanamkan melalui seni islami yang inklusif dan membangun.
Puncak acara adalah santunan anak yatim, yang menjadi inti dari kegiatan ini. Sebanyak 11 anak yatim diundang secara khusus dan diberikan santunan sebagai bentuk kepedulian dan kasih sayang kepada sesama. Momen ini menjadi sangat menyentuh, karena diwarnai dengan keharuan dan doa bersama yang dipanjatkan untuk almarhum orang tua mereka. Kehadiran para anak yatim ini juga menjadi pengingat akan pentingnya peran sosial umat Islam dalam menjaga dan merawat anak-anak yang kehilangan orang tua mereka.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar, acara ditutup dengan buka puasa bersama yang dilaksanakan di Mushola An-Najah. Hidangan sederhana namun penuh kehangatan menjadi simbol persatuan di tengah keberagaman latar belakang masyarakat yang hadir. Dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan, para mahasiswa, anak-anak TPQ, ibu-ibu, serta warga saling berbagi cerita dan harapan.
Kegiatan ini bukan sekadar acara seremonial tahunan, melainkan sebuah bentuk implementasi nilai-nilai ukhuwah Islamiyah dalam kehidupan nyata. Melalui kegiatan kolaboratif ini, mahasiswa tidak hanya belajar tentang teori pengabdian masyarakat, tetapi juga mengalami langsung dinamika sosial dan spiritual yang membentuk karakter dan kepedulian.
Lebih dari itu, kegiatan ini memperlihatkan bahwa sinergi antara lembaga pendidikan, lembaga keagamaan, dan masyarakat dapat menghasilkan program-program yang bermanfaat dan berdampak positif. Ke depan, kegiatan semacam ini diharapkan bisa menjadi model kolaborasi yang berkelanjutan dan menginspirasi banyak pihak untuk turut berkontribusi dalam membangun masyarakat yang berakhlak, berilmu, dan peduli.